Senin, 18 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Romi Mantan Komandan Tempur GAM yang Dilatih Eks Tripoli di Pase, Kini Jadi Ketua Komisi II DPRK 

Di sana, ia digembleng oleh instruktur berpengalaman luar negeri seperti Muzakir Manaf serta pelatih Tgk Zulkarnaini (Tgk Ini/alm) dan Tgk Thaib Bayu.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara, Muhammad Romi. 

Ringkasan Berita:
  • Muhammad Romi, politisi Partai Aceh (PA), kini menjabat Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara periode 2024–2029 yang membidangi perekonomian.
  • Perjalanan hidupnya penuh dinamika: sempat bercita-cita menjadi aparat, lalu bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 1997, sebelum akhirnya beralih ke jalur politik pasca damai Aceh.
  • Dalam GAM, Romi tergabung di Pasukan Piranha Wilayah Pase, dilatih oleh instruktur berpengalaman termasuk Muzakir Manaf.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Perjalanan hidup Muhammad Romi bukanlah kisah yang biasa.

Ia menapaki jalan berliku, dari seorang pemuda bercita-cita menjadi aparat, beralih menjadi bagian dari gerakan bersenjata, hingga kini terpilih menjadi anggota DPRK Aceh Utara 2024-2029.

Politisi Partai Aceh (PA) itu, menjabat Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara, membidangi perekonomian.

Anak sulung dari tiga bersaudara itu tumbuh di keluarga berlatar belakang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pendidikan formalnya ditempuh di SDN 1 Kandang, SMPN 2 Lhokseumawe, hingga SMA Muhammadiyah Lhokseumawe tamat 1997.

Namun, jalan hidup pria kelahiran Kandang Juni 1978, berubah drastis di usia muda.

Ketertarikannya pada dunia militer sempat membawanya mengikuti seleksi kepolisian, meski belum berhasil.

Di tengah dinamika konflik Aceh saat itu, Romi justru menemukan arah baru setelah mengenal ideologi perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Pada 1997, ia mantap bergabung dan langsung menjalani latihan intensif di Wilayah Pase. 

Tepatnya dalam Pasukan “Piranha”, unit GAM Wilayah Pase yang dikenal sebagai pasukan terlatih dengan mobilitas gerilya tinggi dikomandoi Ahmad Kandang (Muhammad Rasyid/alm) ahli perakit bom.

Baca juga: Kunjungi Kantor Serambi Indonesia, HRD Kilas Balik saat Jadi GAM hingga Pimpin PKB Aceh

Di sana, ia digembleng oleh instruktur berpengalaman luar negeri seperti Muzakir Manaf serta pelatih Tgk Zulkarnaini (Tgk Ini/alm) dan Tgk Thaib Bayu, eks Tripoli-Libya, tempat sejumlah kombatan GAM pernah mendapat pendidikan militer.

Dalam kondisi serba terbatas dan lokasi latihan yang kerap berpindah karena situasi, Romi justru cepat beradaptasi.

Ia mempelajari strategi gerilya, kepemimpinan, hingga penggunaan senjata serbu AK-47 buatan Rusia.

Ketangguhan dan kemampuannya membuatnya cepat menonjol.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved