Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh tengah

Gayo Lues dan Aceh Tengah Banjir

“BPBD sudah mengerahkan satu unit ekskavator untuk pembersihan material longsor agar jalan dapat segera difungsikan kembali.” ANDALIKA

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI TRIBUN GAYO EDISI KAMIS 20260402 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras yang melanda sejumlah daerah di dataran tinggi Gayo, seperti di Gayo Lues dan Aceh Tengah menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor
  • Selain rumah penduduk, bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pining juga terendam air dan lumpur
  • Ruas jalan Blangkejeren-Pining tertimbun material longsor di kawasan Pepelah menyebabkan arus transportasi lumpuh total

“BPBD sudah mengerahkan satu unit ekskavator untuk pembersihan material longsor agar jalan dapat segera difungsikan kembali.” ANDALIKA, Kalaksa BPBD Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Hujan deras yang melanda sejumlah daerah di dataran tinggi Gayo, seperti di Gayo Lues dan Aceh Tengah menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor. Kondisi itu membuat warga panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman, Selasa (31/3/2026) malam.

Informasi yang dihimpun TribunGayo.com, di Gayo Lues banjir terjadi di Desa Pertik, Kecamatan Pining. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Kulit meluap hingga merendam permukiman warga. Akibatnya, sekitar 13 rumah warga terendam banjir bercampur lumpur.

Selain rumah penduduk, bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pining juga terendam air dan lumpur. Warga serta dewan guru yang tinggal di kompleks sekolah pun harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kapolsek Pining, Ipda Safuandi SH, mengatakan, banjir di Desa Pertik sudah surut. Namun, aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Pining masih diliburkan.

Dikatakan, genangan air sebelumnya menyebabkan lumpur mengendap di lingkungan sekolah dan rumah warga. "Aparat Polsek bersama personel TNI dari Koramil dan warga sempat berjaga-jaga, hingga memastikan air sungai normal kembali. Air mulai surut sekitar pukul 02.00 WIB,” jelas Ipda Safuandi.

Sementara di Kecamatan Pantan Cuaca, hujan deras juga mengakibatkan putusnya akses jalan menuju Desa Seneren dan Kampung Kurnia. Badan jalan rusak setelah diterjang banjir dari luapan Sungai Kala Nangka. 

"Akses jalan menuju Desa Seneren dan Kampung Kurnia putus. Warga sempat panik dan was-was," kata Camat Pantan Cuaca, Abdul Gani, Rabu (1/4/2026).

Kembali terisolir

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tengah pada Selasa (31/3/2026) sore hingga malam, mengakibatkan banjir genangan dan kerusakan infrastruktur di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Aceh Tengah, Andalika, menyampaikan, banjir genangan terjadi di beberapa kampung. Seperti di Kampung Mendale dan Paya Tumpi (Kecamatan Kebayakan), 

Kampung Mongal (Bebesen), Kampung Linung Bulen I (Bintang), Kampung Lumut (Linge) dan Kampung Simpang Uning Niken (Kecamatan Bies)

Selain itu, hujan lebat juga memicu longsor di tiga titik dan menimbun badan jalan provinsi lintas Bintang-Simpang Kraft, sehingga akses kendaraan di jalur tersebut lumpuh.

“BPBD sudah mengerahkan satu unit ekskavator untuk pembersihan material longsor agar jalan dapat segera difungsikan kembali,” kata Andalika, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, meningkatnya debit air sungai turut menyebabkan rusaknya jembatan darurat yang sebelumnya dibangun oleh TNI. Banjir menyebabkan tiga jembatan terdampak, yaitu jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge, jembatan Burlah dan Bergang di Kecamatan Ketol. Akibatnya, sejumlah kampung di Kecamatan Linge dan Ketol kembali terisolir.

Andalika menambahkan, terputusnya Jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge, juga berdampak pada terhambatnya pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) komunal di Kemukiman Jamat karena distribusi material terganggu.

Pihaknya berharap percepatan penanganan darurat dapat segera dilakukan, termasuk pemasangan jembatan bailey di tiga lokasi terdampak sebelum pembangunan jembatan permanen dilaksanakan, sehingga akses masyarakat kembali normal dan aman dilalui.(c40/am)

Warga Desa Pepelah Terkurung

HUJAN deras juga menyebabkan ruas jalan  Blangkejeren-Pining tertimbun material longsor di kawasan Pepelah, sehingga menyebabkan arus transportasi lumpuh total, Rabu (1/4/2026).

Camat Pining Win Zulfian kepada TribunGayo.com, Rabu (1/4/2026) mengatakan, longsor di kawasan Desa Pepelah menyebabkan arus transportasi menjadi terhenti. Warga di wilayah itu terkurung, karena tak bisa kemana-mana.

Camat Pining juga mengaku terjebak di lokasi longsor di kawasan Desa Pepelah. “Saya terpaksa tidur dan bermalam di tengah-tengah jalan akibat terjebak longsor," ucapnya.

Win Zulfian mengatakan, ia berangkat dari Pining menuju Blangkejeren pada Selasa (31/3/2026) malam, untuk mengikuti rapat dengan pemerintah daerah pada Rabu (1/4/2026). “Namun karena terjebak longsor, saya pun harus bermalam di perjalanan,” pungkasnya.(c40)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved