Selasa, 5 Mei 2026

Aceh Utara

Ayahnya Gugur di Masa Konflik, Bukhari Kini Jadi Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara

Jalan hidup Bukhari tak pernah lepas dari jejak konflik Aceh. Ia tumbuh dalam situasi sulit setelah kehilangan ayahnya, A. Gani yang dikenal..

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
BUKHARI - Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara, Bukhari SE.  

 

Ringkasan Berita:
  • Bukhari tumbuh dalam bayang konflik Aceh dan harus menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya gugur.
  • Meski menghadapi keterbatasan, ia tetap melanjutkan pendidikan, aktif berorganisasi, dan berkontribusi melalui JASA untuk pemberdayaan anak korban konflik.
  • Kini, Bukhari menjabat Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara periode 2024–2029 setelah terpilih pada Pemilu 2024.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Jalan hidup Bukhari tak pernah lepas dari jejak konflik Aceh. Ia tumbuh dalam situasi sulit setelah kehilangan ayahnya, A. Gani yang dikenal Ayah Leubeung seorang eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang gugur dalam pertempuran, 23 hari setelah Aceh ditetapkan sebagai daerah Darurat Militer.

Saat itu, Bukhari masih duduk di bangku kelas I SMA. Kehilangan sosok ayah membuatnya harus mengambil peran besar dalam keluarga. Ia menjadi tulang punggung untuk menghidupi dirinya dan dua saudaranya yang masih bersekolah di tingkat SMP serta ibunya yang bekerja sebagai petani.

Situasi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk melanjutkan pendidikan.

Usai menamatkan SMA, Bukhari melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal). Di tengah keterbatasan ekonomi, ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sambil bekerja.

“Setengah hari saya bekerja serabutan untuk biaya kuliah dan juga untuk keluarga,” ujar Bukhari mengenang masa itu.

Selama kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi, mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi di tingkat fakultas, hingga Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM).

Aktivitas tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Setelah sarjana, Bukhari memilih terjun ke dunia sosial.

Ia aktif dalam organisasi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA), yang menjadi wadah bagi anak-anak korban konflik di Aceh.

Melalui JASA, Bukhari ikut membangun jaringan organisasi hingga ke 19 kabupaten/kota. Organisasi ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tapi juga sarana penyampaian aspirasi serta pengembangan kapasitas, seperti pelatihan kerja dan bimbingan teknis bagi anak-anak syuhada.

“Kami ingin anak-anak syuhada mendapatkan kesempatan yang sama seperti anak-anak lainnya,” katanya.

Selain itu, JASA juga rutin menggelar pertemuan tahunan untuk merumuskan rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah, khususnya terkait upaya menjaga perdamaian dan implementasi butir-butir MoU Helsinki.

Pengalaman panjang dalam organisasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting bagi Bukhari untuk terjun ke dunia politik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved