Sabtu, 16 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Al-Farlaky Gandeng Apdesi Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Timur

Audiensi bersama Apdesi ini mencerminkan pendekatan yang dipilih Al-Farlaky dalam menghadapi kompleksitas pemulihan pascabencana...

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menerima kunjungan APDESI Aceh Timur, Jumat (3/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menggelar audiensi dengan APDESI Kabupaten Aceh Timur di Pendopo Bupati, Jumat (3/4/2026).
  • Pertemuan ini digelar di tengah tekanan publik terkait penanganan banjir, dengan tujuan menyelaraskan langkah pemerintah kabupaten dan gampong.
  • Pesan utama Bupati: keuchik tidak hanya penerima instruksi, tetapi harus aktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah, menyampaikan informasi akurat, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah di tingkat gampong.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Di tengah tekanan publik soal penanganan banjir yang masih membekas, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi memilih langkah strategis: memanggil para pemimpin desa ke meja yang sama.

Bertempat di Pendopo Bupati, Jum'at  (3/4/2026), Al-Farlaky menerima audiensi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Aceh Timur dalam sebuah pertemuan yang bukan sekadar seremonial  melainkan penyamaan langkah antara pemerintah kabupaten dan ujung tombak pemerintahan di tingkat gampong.

Pesan utama Bupati dalam pertemuan itu tegas dan jelas: keuchik tidak boleh sekadar menjadi penerima instruksi.

Mereka harus tampil sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten yang aktif, cekatan, dan mampu menyampaikan informasi secara akurat kepada masyarakat.

Dalam kondisi pascabencana yang kerap diwarnai simpang siur informasi, peran keuchik sebagai filter dan penyambung pesan dinilai krusial.

Al-Farlaky bahkan secara khusus menekankan agar persoalan-persoalan yang bisa diselesaikan di tingkat gampong tidak serta-merta dilimpahkan ke tingkat kabupaten.

"Berikan pemahaman yang baik kepada masyarakat dan selesaikan persoalan melalui musyawarah, agar keputusan yang dihasilkan benar-benar menjadi kesepakatan bersama," tegasnya di hadapan para perwakilan keuchik.

Al-Farlaky tidak menampik bahwa proses pemulihan pascabanjir bukan perkara mudah.

Dibutuhkan waktu, tahapan, dan yang paling penting kekompakan antara seluruh elemen pemerintahan dari kabupaten hingga pelosok gampong.

Ia mengajak para keuchik untuk tidak goyah dan tetap solid dalam satu barisan bersama pemerintah daerah, sebab justru di momen-momen sulit seperti inilah peran pemimpin desa paling dibutuhkan.

Baca juga: Hujan Deras Landa Simeulue, Banjir Rendam Rumah & Jalan, Dua Jembatan Rusak

"Peran keuchik sangat penting untuk percepatan pembangunan pascabanjir ini. Mari kita berjuang bersama agar apa yang diinginkan oleh para penyintas banjir dapat tercapai melalui berbagai usulan yang kita sampaikan ke pemerintah pusat," pungkas Al-Farlaky.

Audiensi bersama Apdesi ini mencerminkan pendekatan yang dipilih Al-Farlaky dalam menghadapi kompleksitas pemulihan pascabencana: membangun rantai komando yang kuat dari bawah.

Alih-alih menunggu persoalan menumpuk di tingkat kabupaten, ia mendorong penyelesaian berbasis musyawarah di level terkecil gampong.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak ingin bekerja sendiri.

Keuchik, sebagai wajah negara yang paling dekat dengan rakyat, kini digandeng sebagai mitra strategis dalam perjalanan panjang menuju pemulihan.(*)

 

 

 

 

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved