Selasa, 2 Juni 2026

Berita Subulussalam

Lintas Subulussalam-Pakpak Bharat Diusul Jadi Jalan Kelok 8, Ini Filosofinya

Mengingat selama ini telah merenggut banyak nyawa manusia serta kerugian material yang tak terbilang akibat kecelakaan lalu lintas maupun bencana

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Dede Rosadi
TANJAKAN KEDABUHAN - Kendaraan harus melawan arus ketika melintas di ruas jalan Subulussalam-Pakpak Bharat, karena turunan esktrim di kawasan Kedabuhan, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. 

Sebelumnya ia juga sudah membawa persoalan itu ke Ombudsman RI.

Terbaru ia telah mendapat jadwal memaparkan secara langsung usulan pembangunan jalan nasional di daerahnya yang sangat mendesak kepada Kepala Bappenas, Prof Rachmat Pambudy. 

Tanjakan Kedabuhan

Salah satu titik jalan Subulussalam-Pakpak Bharat, yang acap memakan korban jiwa yaitu tanjakan ekstrem Kedabuhan di kawasan Jontor, Kecamatan Penanggalan. 

Baca juga: Seluruh Kecamatan di Subulussalam Hari Ini Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada

Tanjakan ekstrim Kedabuhan, inilah salah satu titik yang harus segera ditangani. Pasalnya saat menanjak dari arah Pakpak Bharat, banyak kendaraan tak sanggup mendaki hingga mundur ke jurang. 

Sebaliknya saat menurun, kendaran tak sanggup mengerem sehingga terjun ke jurang.

Tak mengherankan daerah itu dinamai Kedabuhan. 

Kedabuhan memiliki arti jatuh atau jatuhkan. Arti nama itu dikaitkan dengan peristiwa acap jatuhnya kendaraan ke jurang yang ada di sisi tanjakan. 

Jhony Koboi salah satu konten kreator tanjakan Kedabuhan, memiliki kisah tersendiri tentang tanjakan Kedabuhan. 

Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, pada era tahun 60 sampai 70-an, warga sangat kesulitan melintas di jalan Kedabuhan. 

Pasalnya berupa turunan curam dari arah Kota Subulussalam menuju Pakpak Bharat dan sebaliknya, berupa tanjakan terjal dari arah Medan ke Subulussalam

Saat melintas warga harus menjatuhkan dulu barang yang dibawanya ke bawah. Hal itu dilakukan agar bisa menuruni jalan yang curam. 

Dari situlah jalan yang di sekitarnya dipenuhi pohon besar serta jurang menganga ini dinamakan Kedabuhan. 

"Ini cerita dari orang dulu," kata Jhony Koboi. 

Tanjakan ekstrim lain pada lintasan jalan Nasional yang harus ditangani adalah tanjakan Singgersing di Kecamatan Sultan Daulat. 

Diketahui Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat, memiliki karakteristik geografis yang sangat ekstrem. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved