Rabu, 8 April 2026

Berita Subulussalam

Lintas Subulussalam-Pakpak Bharat Diusul Jadi Jalan Kelok 8, Ini Filosofinya

Mengingat selama ini telah merenggut banyak nyawa manusia serta kerugian material yang tak terbilang akibat kecelakaan lalu lintas maupun bencana

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Dede Rosadi
TANJAKAN KEDABUHAN - Kendaraan harus melawan arus ketika melintas di ruas jalan Subulussalam-Pakpak Bharat, karena turunan esktrim di kawasan Kedabuhan, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. 

Ringkasan Berita:
  • Haji Rasyid Bancin mengusulkan redesain Jalan Nasional Subulussalam–Pakpak Bharat menjadi “kelok 8” demi meningkatkan keselamatan di jalur ekstrem rawan kecelakaan.
  • Ruas ini dikenal berbahaya dengan tanjakan Kedabuhan dan Singgersing, jurang dalam, longsor, serta minim pengaman; telah menelan banyak korban jiwa dan kecelakaan.
  • Jalan ini sangat strategis sebagai jalur utama distribusi dan ekonomi Aceh–Sumut, sehingga penanganannya mendesak agar tidak mengganggu pasokan dan aktivitas masyarakat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam 

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat, harus didesain ulang untuk meningkatkan keselamatan penggunanya. 

Mengingat selama ini telah merenggut banyak nyawa manusia serta kerugian material yang tak terbilang akibat kecelakaan lalu lintas maupun bencana alam. 

Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB) bahkan mengusulkan jalan dengan medan ekstrim tersebut setelah dibangun ulang menjadi jalan kelok 8. 

Usulan tersebut sesuai dengan kondisi jalan yang didominasi belokan tajam dan tanjakan serta turunan ekstrim.

Filosofinya mengambil dari kode 08 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Diketahui kode 08 melekat pada Prabowo sejak masa aktif di TNI AD, khususnya di Satgultor-81 (Satuan Penanggulangan Teror) yang dibentuk tahun 1981.

Baca juga: Banyak Korban Jiwa, Dewan Dukung Status Blackspot Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat 

Prabowo sendiri memaknai angka tersebut sebagai kekuatan dan kebetulan yang terus muncul, hingga ia akhirnya terpilih menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.

"Kalau di Sumatera Barat ada kelok 9, maka di Aceh ada kelok 8 sesuai sandi yang melekat terhadap Presiden Prabowo," kata HRB yang merupakan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), saat hubungi Serambinews.com, Senin (6/4/2026). 

Terkait usulan tersebut, Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin, tidak sebatas wacana. 

Ia secara maraton sepanjang pekan ini mengajukan usulan kepada Pemerintah Pusat agar segera melakukan penanganan jalan nasional rawan bencana dan kecelakan tersebut. 

Mulai dengan menyurati Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Tak hanya bersurat, HRB juga berkomunikasi secara langsung untuk memaparkan kondisi Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat, yang acap merenggut nyawa warganya. 

Baca juga: Volume Air Sungai di Subulussalam Naik, Warga Singkil Diimbau Siaga Banjir

"Selama sepekan ini saya fokus mengawal pengusulan penanganan jalan nasional Subulussalam-Pakpak Bharat," kata HRB.

Selain Mendagri, Wali Kota Subulussalam juga berkomunikasi dengan menteri teknis. Antara lain Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan serta pejabat teknis lainnya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved