Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sabang

Dishub Sabang Imbau Pelajar Gunakan Bus Sekolah untuk Cegah Kecelakaan

Dishub Kota Sabang mengimbau pelajar untuk memanfaatkan fasilitas bus sekolah gratis guna menekan angka kecelakaan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BUS SEKOLAH - Sejumlah pelajar menaiki bus sekolah gratis di Kota Sabang. Pemerintah setempat terus mendorong pemanfaatan transportasi ini sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas. 

Ringkasan Berita:
  • Dishub Kota Sabang mengimbau pelajar untuk memanfaatkan fasilitas bus sekolah gratis guna menekan angka kecelakaan.
  • Fenomena pelajar di bawah umur membawa kendaraan pribadi dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan.
  • Dengan 10 unit bus sekolah yang beroperasi setiap hari, pemerintah berharap orang tua dan siswa lebih disiplin menggunakan layanan ini.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kota Sabang menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

Terutama terkait penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa yang belum cukup umur. 

Di tengah kondisi tersebut, fasilitas bus sekolah gratis yang telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sabang, Husaini, Senin (6/4/2026), mengatakan, keberadaan bus sekolah merupakan upaya pemerintah untuk menjamin keselamatan pelajar sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan.

Menurutnya, layanan bus sekolah beroperasi setiap hari dengan sistem antar-jemput yang telah disesuaikan dengan jam masuk sekolah. 

Bus sekolah bahkan mulai beroperasi sejak subuh untuk memastikan siswa tiba sebelum pukul 07.30 WIB.

Namun demikian, ia mengakui, belum semua pelajar memanfaatkan layanan tersebut.

Baca juga: Camat Usulkan Rute Bus Sekolah ke Buket Sudan, Kubu & Pante Lhong Peusangan

Sejumlah siswa masih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena kendala akses, seperti kondisi jalan menuju rumah yang sempit dan tidak dapat dilalui bus. 

Selain itu, faktor orang tua yang mengizinkan anak membawa kendaraan juga turut memengaruhi.

Husaini menambahkan, kecelakaan yang melibatkan pelajar justru lebih sering terjadi di luar jam sekolah. 

Meski demikian, ia menegaskan, penggunaan kendaraan oleh pelajar tetap perlu dibatasi, baik saat berangkat ke sekolah maupun di luar aktivitas belajar.

“Walaupun banyak kejadian di luar jam sekolah, tetap kita sarankan anak tidak diizinkan membawa kendaraan, termasuk ke sekolah. Sebisa mungkin dihindari, dan kalau memungkinkan gunakan bus sekolah,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa minat penggunaan bus sekolah di Sabang sebenarnya cukup tinggi dan pemanfaatannya tergolong baik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved