Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh Baru Berjalan 2 Persen, Target Capai 42 Ribu Hektare

“Ini tentu masih jauh sekali dan tentu Kementan terus kita dorong agar proses konstruksi pemulihan sawah ini terus bisa dipenuhi,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Rianza Alfandi
MEMAPARKAN PERKEMBANGAN – Kepala Posko Satgas PRR Pascabencana Wilayah Aceh, Safrizal ZA, memamparkan perkembangan penangananan pascabencana di Aceh pada kegiatan Media Ghatering bersama awak media di Ballroom Hotel The Padee, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemulihan lahan persawahan milik warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh hingga kini masih berjalan sangat terbatas.
  • Dari total target pemulihan seluas 42.702 hektare, realisasi konstruksi baru mencapai sekitar 991 hektare atau sekitar 2 persen.
  • Safrizal mengakui capaian tersebut masih sangat minim, sehingga pihaknya terus mendorong percepatan dari pemerintah pusat, khususnya Kementan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Pemulihan lahan persawahan milik warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh hingga kini masih berjalan sangat terbatas.

Dari total target pemulihan seluas 42.702 hektare, realisasi konstruksi baru mencapai sekitar 991 hektare atau sekitar 2 persen.

Kepala Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan bahwa seluruh area persawahan terdampak sebenarnya telah dipetakan berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) dan posko Satgas PRR. Namun, progres konstruksi di lapangan masih jauh dari target ditetapkan.

“Target pemulihan sawah cukup besar yaitu 42.702 hektare. Konstruksi pemulihannya baru 991 hektar, ada 2 persen dan ini terus dilakukan, dan sudah ada kontrak-kontrak dengan para vendor untuk pemulihan sawah masyarakat,” kata Safrizal dalam paparannya pada kegiatan Media Gathering bersama awak media di Ballroom Hotel The Padee, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026).

Safrizal mengakui capaian tersebut masih sangat minim, sehingga pihaknya terus mendorong percepatan dari pemerintah pusat, khususnya Kementan.

“Ini tentu masih jauh sekali dan tentu Kementan terus kita dorong agar proses konstruksi pemulihan sawah ini terus bisa dipenuhi,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan Hektar Sawah Berlumpur Belum Diperbaiki, Bupati Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Bertindak

Safrizal menjelaskan, dampak bencana terhadap sektor pertanian di Aceh terjadi di 19 kabupaten/kota dengan kondisi kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat.

Di mana, berdasarkan data Satgas PRR Pascabencana Wilayah Aceh per tanggal 6 April 2026, terdapat 27.483 hektare sawah rusak ringan, 13.405 hektare rusak sedang, dan 16.283 hektare rusak berat.

Ia menyebut, khusus untuk sawah dengan kategori rusak berat, proses pemulihan masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut. Hal ini disebabkan adanya timbunan material hingga lebih dari satu meter di atas lahan.

“Terutama yang rusak berat, yang rusak berat itu yang timbunannya satu meter ke atas ini terus dikaji apakah akan dilakukan pembersihan ulang atau mencetak sawah baru, sangat tergantung dari kajian Kementan untuk sawah-sawah yang rusak berat,” jelasnya.

Untuk itu, mantan Pj Gubernur Aceh ini menegaskan percepatan pemulihan menjadi penting agar masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dapat kembali beraktivitas.

“Proses ini kita dorong secepat mungkin sehingga masyarakat yang mengandalkan sektor tani ini bisa kembali untuk bercocok tanam di lahan yang dimilikinya,” ujarnya.

Baca juga: Penanganan Sawah Rusak di Bireuen Segera Dilakukan

Lebih lanjut, kata Safrizal, selain sektor pertanian, pemerintah juga terus melakukan pemulihan pada sektor perikanan, khususnya tambak masyarakat yang terdampak bencana.

Diketahui, bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025 turut berdampak pada rusaknya 30.417 hektare tambak masyarakat. Selain itu, juga tercatat merusak 1.953 hektare lahan keramba dan 18.593 unit pembudidaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved