Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nagan Raya

Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Takziah ke Rumah Almarhum Teungku Nyak Sandang di Aceh Jaya

Kepergian Nyak Sandang diusia 100 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh dan seluruh bangsa Indonesia.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Dr Said Syahrul Rahmad takziah ke rumah almarhum Teungku Nyak Sandang di Gampong Lhuet Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (7/4/2026) siang. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Dr Said Syahrul Rahmad takziah ke rumah almarhum Teungku Nyak Sandang di Gampong Lhuet Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (7/4/2026) siang.

Seperti diketahui, Aceh kembali berduka atas berpulangnya salah satu tokoh bersejarah bangsa, Teungku Nyak Sandang bin Lamudin (4 Februari 1927 – 7 April 2026), yang dikenal sebagai penyumbang dana pembelian pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama milik Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Almarhum wafat pada Selasa, 07 April 2026, dikediamannya di Gampong Lhuet Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya

Kepergian Nyak Sandang diusia 100 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh dan seluruh bangsa Indonesia.

Semasa hidupnya, Teungku Nyak Sandang menunjukkan pengabdian luar biasa kepada negara. 

Baca juga: Jejak Pengabdian Nyak Sandang, Tokoh Aceh Penyumbang Dana yang Pernah Dianugerahi Bintang Jasa 

Pada usia 23 tahun, ia dengan penuh keikhlasan menjual kebun miliknya senilai 20 mayam emas dan hasil penjualan tersebut kemudian diserahkan kepada negara dan pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno digunakan untuk membantu pembelian pesawat Seulawah RI-001—sebuah simbol penting perjuangan dan kedaulatan Indonesia di bidang penerbangan.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa, Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya, Dr Said Syahrul Rahmad turut hadir melayat ke rumah duka. 

Kehadiran tersebut tidak hanya sebagai representasi lembaga, tetapi juga sebagai wujud penghargaan mendalam atas jasa besar almarhum yang telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Said menyampaikan duka cita yang tulus, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keteladanan Teungku Nyak Sandang sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus di seluruh Nusantara. 

Harus menjadi motivasi bagi kita semua

Menurut Said, semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kecintaan almarhum terhadap tanah air adalah nilai luhur yang harus terus diwariskan dan dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Kisah Htet Hlaing, Mahasiswi Myanmar di USK, yang Merasakan Ketenangan Hidup di Aceh

“Pengabdian almarhum adalah bukti bahwa kontribusi besar bagi bangsa tidak selalu lahir dari kekuasaan, tetapi dari ketulusan hati dan keberanian berkorban. 

Semangat inilah yang harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbuat terbaik bagi Indonesia,” ujarnya.

Said menambahkan bahwa jasa almarhum merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa yang patut dikenang sepanjang masa, serta menjadi pengingat bahwa persatuan dan kepedulian sosial adalah kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.(*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved