Berita Langsa
Tanggapi Aksi Demonstran, Kejari Langsa Tegaskan Semua Laporan Korupsi Ditindaklanjuti
Terkait aksi demonstrasi Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi, mewakili Kajari Langsa, Kasi Intelijen Fadly Setiawan, SH, MKn, memberikan apresias
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Penanggung jawab aksi, Wahyu Ramadhana, saat membacakan poin-poin tuntutan ini, pertama, meminta kejaksaan negeri langsa untuk mengusut tuntas segala kasus tindakan korupsi yang ada di Kota Langsa.
Kedua, meminta Kajari Langsa untuk melakukan penuntasan pada kasus korupsi yang mangrak di Kota Langsa, serta melakukan penahanan kepada setiap yang dinyatakan tersangka.
Ketiga, meminta Kajari Kota Langsa untuk melakukan reformasi internal serta menindak Oknum yang bermain dan tetap menjaga independensi agar tidak menjadi alat politik bagi pihak tertentu dalam mengungkap kasus.
Keempat, meminta Kejaksaan Negeri Langsa untuk mengaudit dana penanganan bencana banjir Kota Langsa tahun 2025.
Kelima, mendesak Kejari Langsa untuk segera menuntaskan indikasi dugaan korupsi pengadaan TIK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa.
Keenam, mendesak Kejari Langsa untuk menuntaskan indikasi dugaan korupsi penggunaan dana DID serta mengusut tuntas excavator yang terbengkalai di Aceh Timur pada Dinas Pangan Pertanian Kelautan & Perikanan Kota Langsa.
Para demonstran meminta pihak Kejaksaan Negeri Langsa waktu itu menandatangani 6 poin tuntutan ini, yang selanjutnya petisi ditandatangan langsung oleh Kasi Intelijen, Fadly Setiawan, SH, MKn, Kasipidsus, Salfina PA, SH, MH, termasuk penanggung jawab dan koordinator aksi.
Desak Kejari Langsa Awasi Penyaluran Bantuan Banjir
Para demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa mendesak Kejaksaan melakukan pengawasan penanganan penyaluran bantuan banjir kepada masyarakat Kota Langsa.
"Kita ingin Kejaksaaan ikut andil dalam penangan banjir, mengaudit semua bantuan banjir di Kota Langsa," sebut Wahyu Ramadhanan, penanggung jawab aksi di Kantor Kejari Langsa.
Menurut aktivisi muda ini, hari ini kita tidak tau berapa bantuan banjir telah dikucurkan dari APBK, lalu apakah uang itu tersalurkan dengan benar kepada korban banjir, apakah ada gravitasi, dan hal-hal lainnya lagi.
Selain itu, seperti kasus pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Langsa, alat berat esvacator milik Dinas Pertaninan yang hingga kini terendam di air asin sudah jadi rongsokan.
Padahal jika alat berat ascavator itu berfungsi bisa dimanfaatkan untuk penanganan banjir, tidak dibiarkan menjadi rusak dan hancur di tambak terendam air asin, termasuk kasus-kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di daerah ini.
"Kami ingin menjadikan Kejaksaan Kota Langsa menjadi salah satu kejaksaan terbaik yang ada di negeri ini. Tentu ini tidak terlepas dsei peran pihak yang ada di dalam Kejaksaan ini," papar Wahyu.
Pendemo Bakar Ban Bekas
Pengunjuk rasa yang mengatasnanamakan dirinya Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi, membakar ban bekas saat menggelar aksinya di depan pintu masuk Kantor Kejari Langsa.
Ban mobil bekas ini mereka bakar di jalan, setelah sebelumnya para pengunjuk rasa menyuarakan kritikannya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, terkait penanganan korupsi di daerah ini.
| PTPN IV Regional VI Salurkan Bantuan Apresiasi Buruh pada Peringatan May Day di Kota Langsa |
|
|---|
| Langsa Hari Ini Mulai Terik, BPBD Keluarkan Imbauan, Kamis 30 April 2026 |
|
|---|
| Gema Wahyu Ilahi, SD IT Al Marhamah Langsa Gelar MHQ ke-12 |
|
|---|
| Rektor IAIN Langsa Ikuti Forum UI GreenMetric 2026 di Yogyakarta, Bahas Green Kampus |
|
|---|
| Selain Sasaran Fisik, TMMD Reg Ke-128 Kodim Atim Juga Dongkrak Peningkatan Pertanian Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanggapi-pendemo08.jpg)