Berita Banda Aceh
FKIP Universitas Serambi Mekkah Yudisium 41 Sarjana
"Tema ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
"Tema ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 41 mahasiswa lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM) mengikuti yudisium yang digelar di aula fakultas tersebut, Kamis (9/4/2026).
Para sarjana yang diyudisium berasal dari tujuh jurusan. Yaitu 7 orang dari PGSD, 14 orang Penjaskesrek, 6 orang Bahasa Indonesia, 4 orang Bahasa Inggris, 5 orang Sejarah, 2 orang Biologi dan 3 orang Fisika.
Sidang yudisium dibuka oleh Ketua Senat, Dr Ibrahim MPd. Sedangkan pembacaan SK yudisium dilakukan oleh Wakil Dekan FKIP Bidang Akademik, Khairul Asri SPd MPd.
Dekan FKIP USM, Azwir SPd MPd dalam sambutannya manyampaikan yudisium hari ini mengangkat tema “Transformasi Diri dalam Membangun Bangsa”.
Baca juga: Mahasiswa STISNU Aceh Berangkat KPM ke Malaysia, Usung Semangat “Dari Serambi Mekkah”
"Tema ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan yang sadar, terencana, dan berkelanjutan dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak," katanya.
Dalam konteks pendidikan, lanjut dia, transformasi diri menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual.
Sementara Rektor USM, Dr Abdurahman SH SpN dalam sambutannya menyampaikan bahwa lulusan FKIP tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga pendidik sejati.
Menurutnya, pendidik harus mampu menjadi agen perubahan, yang mampu mentransformasikan nilai, ilmu, dan karakter kepada generasi bangsa.
"Disinilah peran strategis kita dalam pembangunan bangsa. Kita berada di garis depan dalam membentuk masa depan Indonesia," tambah Abdurahman.
Rektor mengungkapkan, dunia terus berubah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, dan tantangan global semakin kompleks.
Oleh karena itu, lulusan sarjana harus terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta membuka diri terhadap inovasi dan teknologi.
Acara ini diakhiri dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Wakil Rektor IV USM, Dr Jalaluddin MPd.
Ia menekankan bahwa bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
"Nilai-nilai inilah yang harus kita tanamkan, baik dalam diri kita sendiri maupun kepada peserta didik kita kelak," ujarnya.
Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
"Ayat ini menjadi dasar utama konsep transformasi diri. Perubahan bangsa harus dimulai dari perubahan individu yaitu pola pikir, sikap, dan tindakan," terang dia.
Karena itu, di era digital dan globalisasi saat ini, peran pendidik semakin menantang. Pendidik tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi harus menjadi fasilitator, motivator, dan inspirator.
"Kita harus mampu membimbing generasi muda agar tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya. Transformasi diri juga berarti berani keluar dari zona nyaman," ujar Jalaluddin.
Ia menegaskan bahwa ilmu dan iman menjadi kunci peningkatan kualitas diri dan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
"Yudisium ini merupakan titik awal transformasi diri yang sesungguhnya. Mari kita buktikan bahwa lulusan FKIP adalah insan yang siap mengabdi, berkarya, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa," tutup Jalaluddin. (*)
Universitas Serambi Mekkah
Serambi Mekkah
FKIP Universitas Serambi Mekkah
Yudisium Sarjana
Berita Banda Aceh
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Polda Tetapkan 1 Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Sekda Aceh, Ini Inisial dan Asal Daerahnya |
|
|---|
| Berkaca pada Bencana, Safrizal Ajak Warga Aceh Bangun Harmoni dengan Alam |
|
|---|
| JPU Hadirkan 6 Saksi di Sidang Lanjutan Kasus Penistaan Agama, Begini Kesaksiannya |
|
|---|
| Pimpin Pembaretan 30 Bintara Brimob, Kapolda Aceh: Jangan Nodai Baret Biru Kita |
|
|---|
| Polda Aceh Turun Tangan Mediasi Sengketa Lahan PT Bumi Flora |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yudisium-USM-0904.jpg)