Jumat, 10 April 2026

Berita BIreuen

Puluhan Guru MI Ikut Pelatihan Integrasi Coding di Bireuen

Sebanyak 58 guru Madrasah Ibtidaiyah di Bireuen mengikuti pelatihan Integrasi Coding dalam implementasi KMA 1503 Tahun 2025.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS/Yusmandin Idris
PELATIHAN GURU MI - Sebanyak 58 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI, baik negeri maupun swasta di jajaran Kankemenag Bireuen menguikuti pelatihan coding selama dua hari pada Rabu dan Kamis (8-9/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 58 guru Madrasah Ibtidaiyah di Bireuen mengikuti pelatihan Integrasi Coding dalam implementasi KMA 1503 Tahun 2025.
  • Pelatihan dua hari ini membahas pendalaman regulasi serta praktik coding dengan pendekatan computational thinking dan platform ramah anak.
  • Kakankemenag Bireuen menegaskan coding kini menjadi bagian penting kurikulum madrasah untuk menyiapkan siswa menghadapi era digital.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 58 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta di bawah Kankemenag Bireuen mengikuti pelatihan strategis bertajuk Integrasi Coding dalam implementasi KMA 1503 Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (8-9 April 2026), di aula Oproom Kantor Bupati Bireuen.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli, SAg, MPd.

Pelatihan yang digagas oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2M MI) Bireuen ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan literasi digital dan pemrograman ke dalam pembelajaran. 

Ketua K2M MI Bireuen, Mudassir menjelaskan, bahwa kegiatan diikuti oleh 58 guru dari 58 madrasah.

Hari pertama difokuskan pada pendalaman regulasi KMA 1503 Tahun 2025.

Sementara hari kedua lebih menekankan pada praktik integrasi coding dalam pembelajaran sehari-hari.

Baca juga: Buka Pelatihan Guru Dayah, Wabup Ajak Wujudkan Generasi Nagan Raya yang Islami dan Berkarakter

Materi kebijakan KMA 1503 disampaikan oleh tim Balai Diklat Keagamaan Aceh, yang memaparkan peta jalan implementasi regulasi tersebut. 

Mereka menekankan pentingnya integrasi coding dalam berbagai mata pelajaran, mulai dari matematika, IPA, hingga bahasa Arab, dengan pendekatan computational thinking.

Dari sisi teknis, Ridwan, SST, MT, dosen teknologi informasi dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, memperkenalkan platform block-based coding yang ramah anak.

Ia juga membagikan strategi pembelajaran menyenangkan untuk mengenalkan algoritma dan logika pemrograman.

Bahkan tanpa ketergantungan penuh pada komputer, sehingga tetap relevan bagi madrasah dengan keterbatasan perangkat.

Kepala Kankemenag Bireuen, Dr Zulkifli menegaskan, bahwa pelatihan ini bukan sekadar tambahan teknis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved