Sabtu, 2 Mei 2026

Kegiatan Sosial

Donor Darah ABMA–GPPM Peroleh 52 Kantong Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan di Bireuen

Aliansi Bumi Mulia Aceh (ABMA) bersama Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar aksi donor darah di Alun-alun Kota Juang, Kamis (9/4/2026).

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
DONOR DARAH - Aksi donor darah ABMA–GPPM di Alun-alun Kota Juang, Bireuen, Kamis (9/4/2026). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Aliansi Bumi Mulia Aceh (ABMA) bersama Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar aksi donor darah di Alun-alun Kota Juang, Kamis (9/4/2026). Dari kegiatan sosial tersebut berhasil dikumpulkan 52 kantong darah.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial di tengah masih terbatasnya ketersediaan darah di rumah sakit.

Ketua ABMA Bireuen, Saiful Bahri, menyampaikan apresiasi kepada para pendonor dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan suvenir berupa cobek dan ulekan dalam bahasa Aceh dikenal sebagai caprok dan lagoen, kepada para pendonor,” ujarnya.

Darah yang terkumpul disumbangkan ke Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk membantu pasien yang membutuhkan.

Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., melalui petugas UTD Wardati, S.K.M., M.K.M., menegaskan bahwa kebutuhan darah di Bireuen masih belum sepenuhnya terpenuhi setiap bulan.

“Setiap bulan kita masih kekurangan darah. Padahal, jika sekitar dua persen dari jumlah penduduk rutin mendonorkan darah, maka kebutuhan darah dapat terpenuhi,” ujar Wardati.

Ia menekankan pentingnya menjadikan donor darah sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan insidental. Selain membantu pasien, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

“Donor darah harus menjadi budaya. Jangan menunggu stok menipis baru panik. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa,” katanya.

Wardati menambahkan, peningkatan stok darah membutuhkan gerakan berkelanjutan agar donor darah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved