Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

Satgas PRR Aceh Minta Pemda Respons Serius Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG

"Belajar dari peringatan sebelumnya, kita harus jauh lebih waspada. Kami mengajak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
RESPONS CUACA EKSTREM – Kaposwil Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, memihta seluruh pemerintah daerah (Pemda) di 23 kabupaten/kota di Aceh untuk serius merespons peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG, Sabtu (11/4/2026). 

"Belajar dari peringatan sebelumnya, kita harus jauh lebih waspada. Kami mengajak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, memihta seluruh pemerintah daerah (Pemda) di 23 kabupaten/kota di Aceh untuk serius merespons peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG untuk periode 11–20 April 2026.

Ia menekankan bahwa peringatan tertulis dari BMKG tertanggal 10 April 2026 tersebut harus dijadikan rujukan utama untuk memperkuat mitigasi di lapangan. 

Hal ini berkaca pada pengalaman pahit banjir besar November 2025 yang melumpuhkan 18 kabupaten/kota di Aceh.

Baca juga: VIDEO - Satgas PRR Akui Kesulitan Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Bandang di Aceh

"Belajar dari peringatan sebelumnya, kita harus jauh lebih waspada. Kami mengajak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi dan mitigasi dengan memastikan daerah-daerah yang rawan bencana hidrometeorologi lebih siap menghadapi ancaman. 

Fokus kita adalah meminimalisir risiko, atau bahkan mengejar target zero risk," ujar Safrizal ZA, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan analisis meteorologi, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di Aceh dipicu oleh pola siklonik serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat. 

Kondisi ini diprediksi akan berlangsung dalam dua fase kritis, yakni pada 11–15 April dan 16–20 April 2026.

Selaku Kaposwil Aceh Satgas PRR, Safrizal mengharapkan adanya penguatan koordinasi lintas lembaga, terutama dalam memastikan kesiapan logistik di titik rawan serta aktivasi jalur komunikasi hingga ke tingkat desa. 

Menurutnya, akurasi peringatan dini BMKG di masa lalu harus menjadi pelajaran agar tidak ada pihak yang lengah. 

Pasalnya, target zero risk atau nol risiko terhadap keselamatan jiwa hanya bisa dicapai jika semua pihak bersiap lebih awal. 

“Jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Mitigasi yang matang adalah kunci utama untuk melindungi masyarakat Aceh dari dampak bencana yang berulang," tegasnya.

Seperti diketahui, pada November 2025, hujan ekstrem mengakibatkan banjir besar yang berdampak pada ribuan pengungsi dan kerusakan infrastruktur yang masif. 

Melalui momentum peringatan April ini, Satgas PRR berharap kolaborasi kolektif dapat mencegah terulangnya luka yang sama bagi warga Aceh. 

Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Gayo Lues, Pemerintah Fokus Mitigasi Bencana

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved