Senin, 20 April 2026

Berita Aceh Utara

Siswa Naiki Perahu Karet ke Sekolah, Dewan Desak Pembangunan Jembatan

Fenomena itu terlihat saat para pelajar menyeberang sungai yang menghubungkan Desa Sawang dengan Desa Lhok Cut.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI PASE EDISI AHAD 20260412 
Ringkasan Berita:
  • Empat bulan terakhir, puluhan siswa di Kecamatan Sawang, Aceh Utara terpaksa menggunakan perahu karet secara berdesak-desakan untuk mencapai sekolahnya
  • Jembatan penghubung antar desa di wilayah tersebut sudah rusak dihantam banjir bandang besar pada akhir November 2025
  • Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan permanen sebagai akses utama masyarakat, khususnya pelajar

“Ini sangat urgen dan harus segera ditangani. Jangan sampai ada korban lagi. Beberapa hari lalu bahkan sempat ada anak sekolah yang jatuh ke sungai,” Abuzar, Anggota DPRK Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Selama empat bulan terakhir, puluhan siswa di Kecamatan Sawang, Aceh Utara terpaksa menggunakan perahu karet secara berdesak-desakan untuk mencapai sekolahnya. Fenomena itu terlihat saat para pelajar menyeberang sungai yang menghubungkan Desa Sawang dengan Desa Lhok Cut.

Pasalnya, jembatan penghubung antar desa di wilayah tersebut sudah rusak dihantam banjir bandang besar pada akhir November 2025. Namun hingga kini jembatan pengganti belum dibangun oleh pemerintah.

Tiap harinya, para pelajar mulai sekolah dasar hingga sekolah lanjut harus berdiri berdesakan di atas perahu karet. Terkadang, arus sungai berubah jadi deras dan keruh, sehingga keselamatan para anak-anak tersebut dalam ancaman.

Oleh karena itu, Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara, Abuzar ST, mendesak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret, dengan membangun jembatan pengganti. Agar para pelajar tidak lagi menaiki perahu karet setiap harinya.

“Ini sangat urgen dan harus segera ditangani. Jangan sampai ada korban lagi. Beberapa hari lalu bahkan sempat ada anak sekolah yang jatuh ke sungai,” ujar Abuzar yang juga Panitia Legislasi DPRK Aceh Utara, kepada Serambi, Sabtu (11/4/2026).

Meskipun kondisinya memperihatinkan dan mengancam keselamatan, para pelajar terpaksa menaikinya, karena perahu itu menjadi satu-satunya akses mereka untuk berangkat ke sekolah.

Tidak hanya menggunakan perahu karet, sebagian warga juga memanfaatkan rakit sederhana, bahkan ban bekas sebagai alat penyeberangan. Dalam beberapa kasus, anak-anak harus diantar orang tua mereka menyeberangi sungai karena keterbatasan biaya transportasi.

Mobilitas pelajar di wilayah itu memang saling terhubung antar desa. Sejumlah siswa dari Desa Sawang bersekolah di Desa Lhok Cut, termasuk untuk tingkat taman kanak-kanak. Sebaliknya, banyak pula siswa dari Desa Lhok Cut, Kubu, dan Blang Cut yang menempuh pendidikan di Desa Sawang.

Kendati penuh risiko, semangat anak-anak untuk tetap bersekolah tidak surut. Namun, situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran. “Beberapa waktu lalu, dilaporkan sempat terjadi insiden anak sekolah yang jatuh ke sungai saat menyeberang,” ujar Amiruddin warga Kecamatan Sawang kepada Serambi, Sabtu (11/4/2026).(jaf)

Butuh Rompi Pelambung

Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara, Abuzar ST mengatakan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan permanen sebagai akses utama masyarakat, khususnya pelajar.

Namun untuk waktu dekat, yang paling dibutuhkan oleh para pelajar maupun warga yang menyeberang adalah rompi pelampung untuk keselamatan. Untuk mencegah adanya resiko dalam proses penyeberangan.

“Minimal ada jembatan. Sementara, sebelum dibangun jembatan, harus disediakan juga rompi pelampung untuk keselamatan anak-anak yang menggunakan rakit atau perahu,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah segera merespons kondisi tersebut, agar aktivitas belajar mengajar tidak lagi dibayangi risiko keselamatan akibat keterbatasan sarana penyeberangan.(jaf)

Sekilas Jembatan Sawang:

  • Jembatan rusak sejak November 2025
  • Penghubung Desa Sawang–Lhok Cut, Kecamatan Sawan
  • Pelajar sudah 4 bulan lebih naik perahu karet
  • Arus sungai yang kadang deras mengancam keselamatan
  • DPRK desak pembangunan jembatan permanen
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved