Banjir Landa Aceh
4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai
“Kita sudah melakukan pendataan dan sudah mengusulkan. Untuk tahap pertama akan dilakukan perbaikan ruang belajar dulu, karena banyak sekolah...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Ratusan sekolah di Aceh Utara masih menjalankan proses belajar mengajar secara lesehan akibat rusaknya fasilitas pendidikan pascabanjir besar pada 26 November 2025.
- Kondisi ini sudah berlangsung sekitar empat bulan, karena meja dan kursi rusak terendam banjir selama berhari-hari.
- Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara mencatat 283 sekolah terdampak.
- Meski ruang kelas sudah dibersihkan dan bisa digunakan, mobiler belum tersedia sehingga siswa terpaksa belajar di lantai.
banLaporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Ratusan sekolah di Kabupaten Aceh Utara hingga kini masih menjalankan proses belajar mengajar secara lesehan akibat rusaknya fasilitas pendidikan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut sejak akhir 2025 lalu.
Kondisi ini bahkan telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
Kerusakan mebeler seperti meja dan kursi terjadi akibat terendam banjir selama berhari-hari sejak 26 November 2025.
Meski ruang kelas sudah dapat digunakan kembali setelah dilakukan pembersihan, sarana pendukung pembelajaran belum sepenuhnya pulih.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr Irhamni, kepada Serambinews.com, Senin (13/4/2026) mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah terdampak dan mengusulkan perbaikan kepada pemerintah pusat.
“Kita sudah melakukan pendataan dan sudah mengusulkan. Untuk tahap pertama akan dilakukan perbaikan ruang belajar dulu, karena banyak sekolah di Aceh Utara yang rusak,” ujarnya.
Baca juga: Ratusan Keluarga Korban Banjir di Aceh Tamiang Terima Bantuan PKPA dan Mercy Relief
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan kembali sarana pendidikan tersebut, sehingga pemerintah daerah mengajukan bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita sudah mengusulkan ke APBN, karena dana yang tersedia tidak mencukupi untuk membangun sekolah yang rusak,” tambahnya.
Menurut Irhamni, saat ini proses pengusulan tengah berjalan di tingkat kementerian.
Ia optimistis perbaikan ruang belajar dapat segera dimulai setelah penandatanganan kontrak dalam waktu dekat.
“Sekarang sedang berproses, kemudian setelah teken kontrak bulan depan akan dilakukan perbaikan sekolah yang rusak,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengadaan mebeler baru akan dilakukan setelah proses rehabilitasi ruang kelas selesai.
Oleh karena itu, pihak sekolah diminta bersabar menunggu tahapan tersebut.
“Memang belum ada mobiler bagi sekolah-sekolah yang rusak, karena menunggu perbaikan ruang belajar,” ujarnya.
Mobiler Sekolah
Perusakan Mobiler Sekolah
Pengadaan Mobiler Sekolah
Pemulihan Pascabanjir
Penanganan Pascabanjir
Aceh Utara
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Murid-di-Aceh-Utara-hingga-April-2026-masih-belajar-di-lantai-karena-mobiler-rusak.jpg)