Kamis, 16 April 2026

Berita Abdya

Polres Abdya Dirikan Posko Kesiapsiagaan Bencana 

Selain melaksanakan apel, Polres Abdya juga mendirikan Posko Kesiapsiagaan dalam rangka merespon peringatan BMKG

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Subur Dani
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI/Masrian Mizani
SIAGA BENCANA - Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan pengecekan Kesiapsiagaan personel, alat, dan kendaraan untuk kesiapan menghadapi darurat bencana tahun 2026, usai melaksanakan Apel Siaga Bencana, yang dilaksanakan di lapangan Mapolres setempat, Jalan Perkantoran Bukit Hijau, Kecamatan Blangpidie, Rabu (15/4/2026). 

Selain patroli, tambah Agus, sosialisasi masif digencarkan lewat pengeras suara meunasah, grup whatsApp gampong, dan sambang rumah warga. 

Masyarakat diimbau mengenali tanda awal bencana, seperti air sungai keruh tiba-tiba, suara gemuruh dari bukit, atau munculnya retakan tanah di halaman. 

"Bhabinkamtibmas juga kita minta mendata kelompok rentan, baik itu lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas untuk diprioritaskan saat evakuasi," kata Agus.

Kedua, sambungnya, tahap tanggap darurat, yang difokuskan pada gerak cepat 1x24 jam.

Baca juga: Polres Abdya Cek Dugaan Luapan Limbah dari Tong Emas di Babahrot, Begini Kondisinya

"Begitu status dinaikkan menjadi “tanggap darurat” oleh bupati, Polres Abdya langsung mengaktifkan Posko Terpadu di Mapolres dan tiga Posko Sektor di Polsek Blangpidie, Susoh, dan Lembah Sabil," ujarnya.

Di tahap ini, sebutnya, komponennya meliputi Pengerahan Tim SAR Polres dengan kualifikasi selam, vertical rescue, dan operator perahu karet langsung menuju lokasi.

Kemudian, tambahnya, evakuasi warga, yang memprioritaskan pada kelompok rentan. 

"Kendaraan dinas patroli dan truk Dalmas kita siapkan sebagai angkutan evakuasi," ucapnya.

Selanjutnya, sebut Agus, pengaturan lalu lintas, di mana Satlantas menutup total jalur yang tertimbun longsor dan menyiapkan jalur alternatif. Personel ditempatkan 24 jam untuk mencegah warga yang nekat menerobos.

"Kemudian dapur umum dan kesehatan. Kita akan berkoordinasi dengan Bhayangkari Cabang Abdya dan Sidokkes. Dapur umum dibuka di posko untuk menjamin logistik pengungsi hari pertama," ujarnya.

Tahap ketiga, tambah Agus, pasca bencana, yaitu pemulihan dan pengamanan. Usai air surut atau material longsor dibersihkan, fokus bergeser ke pemulihan. 

Tahap ini, jelasnya, melibatkan Samapta dan Reskrim untuk melakukan patroli anti-penjarahan di rumah warga yang ditinggal mengungsi. 

Tim Identifikasi dari Satreskrim membantu mendata korban jiwa, luka-luka, dan kerugian materil untuk keperluan klaim bantuan.

 Baca juga: OPM Tembak Tiga Warga Sipil di Puncak, Korban Perempuan dan Anak-anak Dievakuasi ke RSUD Mulia

“Yang sering luput adalah trauma warga. Kami siapkan juga personel Polwan dan Bhabinkamtibmas untuk pendampingan psikososial awal di tenda pengungsi, sambil menunggu tim Dinsos,” ucapnya.

Guna mendukung skenario tersebut, kata Agus, Kabag Log Polres Abdya, telah dilakukan pengecekan total seluruh peralatan SAR. Hasilnya, Polres Abdya kini memiliki 2 unit perahu karet siap pakai, 3 tenda pleton, serta perangkat lainnya.

"Tentu semua tahapan ini tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus sama-sama bekerja dan bekerja sama dengan melibatkan unsur terkait lainnya," pungkas Agus. 

Pada kegiatan itu, Kapolres Abdya serta jajaran juga melakukan pengecekan Kesiapsiagaan personel, alat, dan kendaraan untuk kesiapan menghadapi darurat bencana tahun 2026.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved