Senin, 8 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Safrizal ZA Perintahkan Kontraktor Kebut Pembangunan Jembatan di Bener Meriah

"Kita ingin memastikan bahwa secara teknis, persiapan lahan ini benar-benar matang agar jembatan rangka baja sepanjang 40 meter ini nantinya...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
TINJAU PEMBANGUNAN JEMBATAN – Kepala Pos Komando Wilayah PRR Aceh, Dr. Safrizal ZA, meninjau pembangunan jembatan rangka baja di bentang Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Pos Komando Wilayah PRR Aceh, Dr. Safrizal ZA, meminta percepatan pembangunan jembatan rangka baja sepanjang 40 meter di Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.
  • Permintaan disampaikan saat meninjau progres penyiapan lahan proyek pada Rabu (15/4/2026), dengan penekanan agar persiapan matang demi daya tahan jembatan.
  • Kawasan Wih Porak dinilai rawan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir luapan yang sempat mengganggu akses ke Aceh Tengah awal April 2026.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, BENER MERIAH — Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, meminta pembangunan jembatan rangka baja di bentang Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah agar dipercepat.

Permintaan tersebut disampaikan saat Safrizal  meninjau langsung progres penyiapan lahan di lokasi proyek, Rabu (15/4/2026).

Dalam kunjungan itu, Safrizal menekankan pentingnya menjaga ritme pekerjaan agar pembangunan dapat segera rampung.

Ia juga melihat langsung proses pengerasan lahan yang menjadi fondasi utama sebelum pemasangan rangka baja dilakukan.

"Kita ingin memastikan bahwa secara teknis, persiapan lahan ini benar-benar matang agar jembatan rangka baja sepanjang 40 meter ini nantinya memiliki daya tahan yang maksimal," ujar Safrizal saat berdialog dengan supervisor dari PT PP (Persero) Tbk di lapangan.

Ia menilai, langkah tersebut menjadi krusial mengingat kawasan Wih Porak memiliki sejarah kerawanan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir luapan yang sempat mengganggu akses transportasi ke Aceh Tengah pada awal April 2026.

Mantan Pj Gubernur Aceh ini juga menekankan, percepatan proyek harus didukung dengan pengaturan tenaga kerja yang efisien.

Ia menginstruksikan pihak kontraktor untuk menempatkan pekerja di lokasi yang dekat dengan titik pembangunan guna mempercepat proses dan memudahkan koordinasi di lapangan.

Selain itu, Safrizal memastikan mobilitas warga tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.

Ia menyebut, jembatan darurat yang menggunakan rangkaian kontainer masih fungsional dan aman dilintasi. 

Selain itu, kata dia, Pihak PRR Aceh juga telah menyiagakan kontainer cadangan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi cepat jika terjadi kendala tak terduga.

Baca juga: Jembatan Penghubung Putus, Warga Pante Kera Kesusahan Akses

Dalam kunjungan ini, Safrizal juga turut menyoroti kondisi Jembatan Bailey Umah Besi di Kecamatan Gajah Putih yang mengalami kerusakan struktur akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas.

Merespons hal tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk pengiriman material Aramco guna memperkuat jembatan darurat yang sedang disiapkan.

Upaya ini dilakukan agar arus logistik dan transportasi masyarakat tetap berjalan saat jembatan Bailey dibongkar untuk perbaikan total.

"Komitmen kita adalah memastikan seluruh titik rawan di lintas ini segera tertangani dengan solusi teknis yang tepat dan cepat," pungkasnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved