Jumat, 17 April 2026

Ketahanan Pangan

Harga dan Stok Pangan Stabil, Daya Beli Masyarakat Aceh Tamiang Masih Rendah

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, mengalami penurunan dalam

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
TRANSAKSI LESU – Transaksi di Pasar Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, sepi pembeli walau harga dan stok pangan stabil, Kamis (16/4/2026). SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai dan sejumlah komoditas lain cenderung stabil dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya terus mengalami penurunan sejak pascabanjir yang terjadi pada November 2025.
  • Ketersediaan barang di pasar juga disebutnya dalam kondisi aman.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.

Meski demikian, kondisi tersebut belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat yang masih lesu pascabanjir bandang.

Ebid, pedagang di Pasar Pagi Kualasimpang, mengatakan harga cabai merah saat ini berada di angka Rp24.000 per kilogram di tingkat pengecer. Sementara cabai hijau dan cabai rawit masing-masing dijual Rp20.000 per kilogram.

“Bawang merah Rp35.000, tomat Rp12.000, dan bawang putih Rp32.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui, Kamis (16/04/2026).

Baca juga: Pemkab Lakukan Kajian Pendirian BUMD Pangan dan Energi di Nagan Raya

Menurut Ebid, harga cabai dan sejumlah komoditas lain cenderung stabil dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya terus mengalami penurunan sejak pascabanjir yang terjadi pada November 2025.

Ketersediaan barang di pasar juga disebutnya dalam kondisi aman.

“Barang banyak, pemasokan stabil, tapi yang beli tidak ada,” katanya.

Ia menjelaskan, sepinya pembeli menjadi hambatan utama bagi pedagang saat ini.

Kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih, serta terbatasnya lapangan pekerjaan, membuat daya beli menurun drastis.

Selain itu, dampak banjir juga masih dirasakan warga, termasuk rusaknya peralatan rumah tangga seperti kulkas yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan makanan.

“Orang mau beli banyak juga susah, karena tempat simpan seperti kulkas banyak yang rusak kena banjir,” ujarnya.

Ebid menambahkan, kondisi pasar mulai sepi sejak pascabanjir dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan hingga saat ini.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya di pasar tersebut antara lain beras premium dijual Rp223.000 per goni ukuran 15 kilogram, minyak goreng curah Rp22.000 per kilogram, gula pasir Rp20.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp50.000 per lempeng.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved