Jumat, 17 April 2026

Berita Gayo Lues

Cuaca Ekstrem Melanda, Warga Putri Betung Galus Was-was Bencana Longsor

Hujan deras berhari-hari di Gayo Lues membuat tanah di Putri Betung semakin rawan longsor.

Editor: Saifullah
Serambinews.com/EDI LABER
RAWAN LONGSOR - Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane masih rawan longsor mengingat cuaca belakang ini tergolong ekstrem. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras berhari-hari di Gayo Lues membuat tanah di Putri Betung semakin rawan longsor.
  • Warga mendesak PT Hutama Karya siaga penuh dengan alat berat di jalur Blangkejeren–Kutacane.
  • Mereka khawatir keterlambatan penanganan akan lumpuhkan akses, distribusi logistik, dan keselamatan warga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus) dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, terutama di Kecamatan Putri Betung.

Hujan deras yang turun terus-menerus membuat kondisi tanah di sejumlah titik rawan longsor semakin labil.

Jalur vital Blangkejeren–Kutacane, yang menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik, kini berada dalam ancaman serius.

Masyarakat menilai, jika terjadi longsor, akses bisa terputus total dan mengganggu mobilitas warga, distribusi bahan pokok, hingga layanan darurat kesehatan.

Ramadhan, salah seorang warga Putri Betung, menyampaikan harapan agar PT Hutama Karya (HK) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jalur tersebut segera bersiaga penuh. 

Ia menegaskan bahwa ancaman longsor bukan lagi sekadar potensi, melainkan kenyataan yang bisa terjadi kapan saja.

Menurutnya, pola penanganan reaktif yang selama ini dilakukan tidak lagi memadai.

Baca juga: Dandim Abdya Imbau Warga Tetap Tenang Sikapi Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG

“Jangan tunggu longsor dulu baru bergerak. Ini jalan nyawa masyarakat,” ujarnya.

Warga menekankan pentingnya kesiapan alat berat dan tim siaga di lokasi agar penanganan bisa dilakukan cepat bila bencana terjadi.

Masyarakat Putri Betung juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan keterlambatan penanganan longsor sering menyebabkan akses lumpuh hingga berhari-hari.

Akibatnya, distribusi bahan pokok terganggu, aktivitas ekonomi terhenti, dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. 

Jalur Blangkejeren–Kutacane bukan hanya penting bagi mobilitas sehari-hari, tetapi juga krusial untuk akses pasien yang membutuhkan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan di luar daerah.

Sorotan publik kini semakin tajam terhadap kesiapan PT Hutama Karya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved