Subulussalam
Dari Bertahan Hidup ke Mandiri, Kisah Mualaf di Perbatasan Aceh
Di Desa Buloh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, Teringat Zega dulunya hanya bisa menjalankan usaha seadanya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Bantuan modal yang ia terima membuka peluang baru. Ia mulai membeli bahan lebih banyak, menerima lebih banyak pesanan, dan mengembangkan usahanya.
Kini, pendapatannya meningkat menjadi Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari.
“Sekarang sudah bisa beli bahan lebih banyak, pesanan juga mulai bertambah.”
Perlahan, dari rumah sederhana, ia membangun harapan baru lewat setiap jahitan.
Program ini menjangkau empat muallaf binaan di wilayah perbatasan Aceh, Kota Subulussalam dan Aceh Singkil.
Mereka sebelumnya telah memiliki usaha, namun tidak berkembang karena keterbatasan modal.
Dengan pendampingan dan bantuan ekonomi, mereka kini memiliki kapasitas lebih besar untuk menjalankan usaha.
Modal bertambah, usaha berkembang, dan pendapatan meningkat secara nyata.
Namun lebih dari itu, perubahan terbesar terlihat pada cara mereka memandang hidup.
Dari yang sebelumnya hanya bertahan, kini mereka mulai percaya bahwa usaha kecil pun bisa menjadi jalan untuk mandiri.
Dari kios kecil, lapak sederhana, hingga mesin jahit di rumah, para muallaf ini membuktikan bahwa perubahan tidak selalu datang dari langkah besar, tetapi dari kesempatan yang tepat, pada waktu yang tepat.
Di wilayah perbatasan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, harapan itu kini tidak lagi sekadar angan.
Ia tumbuh, nyata, dan terus menguat, pelan, tapi pasti. (*)
| Waspada! Jalan Licin dan Pohon Tumbang, Kota Subulussalam Diguyur Hujan |
|
|---|
| 400 Anak Petani Aceh Ditargetkan Terima Beasiswa SDM Sawit, Apkasindo Buka Bimbel |
|
|---|
| BPN Aceh Diminta Respon Konflik Agraria di Kota Subulussalam |
|
|---|
| Ini Harga TBS Sawit Sampai 10 Maret 2026, Apkasindo Aceh Minta Indeks K Dikoreksi |
|
|---|
| Sedia Payung, Tiga Kecamatan di Kota Subulussalam Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mualaf-1704.jpg)