Minggu, 19 April 2026

Koperasi Desa

KNMP Kuala Bireuen Dikelola Koperasi Desa Merah Putih

Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kuala Raja, Kuala Bireuen, yang dibangun sejak awal September 2025 dengan

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
KUALA RAJA – Kawasan Kuala Raja, Bireuen, kini menjadi Kampung Nelayan Merah Putih dengan berbagai fasilitas dan bangunan yang telah selesai dikerjakan. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 
Ringkasan Berita:
  • Proyek ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur terpadu.
  • Setelah diserahterimakan, kawasan tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih Syariah Kuala Raja.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kuala Raja, Kuala Bireuen, yang dibangun sejak awal September 2025 dengan anggaran Rp 14 miliar, telah rampung dikerjakan pada Januari lalu.

Proyek ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur terpadu.

Setelah diserahterimakan, kawasan tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih Syariah Kuala Raja.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Kuala Raja, Jufrizal, didampingi Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir M Jafar, MM.

Baca juga: Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Ini Dua Syarat Utama dan Perkiraan Gajinya

Dijelaskan, KNMP Kuala Raja berada di bawah induk Koperasi Merah Putih yang diketuai Nasrol Usman, SPd, bersama pengurus lengkap serta didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam pengelolaannya terdapat beberapa unit bidang, di mana para nelayan dan warga menjadi anggota koperasi melalui manajemen tersendiri. Kantor koperasi juga telah dibangun di dalam kompleks KNMP.

Jufrizal mengatakan, pengelolaan koperasi saat ini sudah mulai berjalan secara bertahap. Pelatihan bagi pengurus koperasi telah dilakukan dan terus berlanjut, termasuk melalui pertemuan daring (Zoom).

Sebagaimana diberitakan, KNMP Kuala Raja dibangun dengan anggaran lebih dari Rp 14 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat. Proyek ini diharapkan mampu mentransformasi kawasan pesisir yang sebelumnya kumuh menjadi pusat kegiatan ekonomi maritim dan wisata yang modern.

Pantauan di lokasi proyek pada Jumat (17/4/2026) menunjukkan berbagai bangunan telah selesai dikerjakan. Proyek KNMP mencakup pembangunan 21 jenis bangunan yang dirancang untuk mendukung aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir.

Di pintu masuk kawasan, gerbang KNMP telah selesai dibangun. Selain itu, terlihat jelas berbagai fasilitas lainnya seperti tempat sandaran boat, fisik pelabuhan, serta jalan akses menuju kios dan warung kuliner yang telah rampung.

Bangunan pabrik es dan cold storage, gudang penyimpanan hasil laut, mushalla, ruang pertemuan nelayan, serta tiga unit toilet juga telah selesai dan dicat putih. Sebanyak 18 kios kuliner pun sudah mulai digunakan.

Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir M Jafar, MM, kepada Serambinews.com mengatakan bahwa pembangunan fisik KNMP telah selesai 100 persen dan saat ini tinggal menunggu proses Provisional Hand Over (PHO) atau penyerahan sementara hasil pekerjaan dari kontraktor kepada pemilik proyek.

Meski PHO belum dilakukan, bangunan yang telah selesai sudah mulai dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat, terutama fasilitas kuliner yang sejak Lebaran lalu sudah berfungsi. Namun demikian, masih ada beberapa hal kecil yang terus diperhatikan dan perlu disempurnakan.

Di dalam kompleks KNMP terdapat satu bangunan SPBU yang belum selesai karena merupakan proyek pihak ketiga dan masih dalam proses pengerjaan. Sementara bangunan lainnya telah rampung seluruhnya.

Dengan selesainya proyek KNMP, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan pesisir yang nyaman, bersih, dan menarik bagi masyarakat serta wisatawan. Infrastruktur yang dibangun diharapkan menjadi fondasi pengembangan ekonomi maritim berkelanjutan, peningkatan pendapatan nelayan, pengembangan usaha kuliner dan perikanan, serta mendorong sektor pariwisata lokal.

Transformasi kawasan ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun desa pesisir yang mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. Target awalnya adalah meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat sekitar serta menyerap tenaga kerja baru. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved