Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Harga Dexlite Melonjak, Pengurus Loket di Abdya Harap Pasokan Solar Tetap Aman

“Dengan kenaikan harga yang cukup signifikan, saya kira sopir akan enggan menggunakan Dexlite,” kata pria yang akrab disapa Cek Bujang.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI
TERMINAL ABDYA - Terminal Tipe B Aceh Barat Daya (Abdya). Hingga hari ini, Senin (20/4/2026) ongkos angkutan umum di Abdya masih stabil di tengah naiknya harga BBM non subsidi. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Dexlite, sejak Sabtu, 18 April 2026.
  • Kenaikan harga Dexlite tersebut sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap angkutan umum di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), selama pasokan BBM jenis solar masih mencukupi.
  • Pengurus Loket PT Mandala Putra Abdya, Surya Erka Putra, menyebutkan bahwa mayoritas angkutan umum di wilayah tersebut masih menggunakan solar.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani z| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Dexlite, sejak Sabtu, 18 April 2026.

Kenaikan harga Dexlite tersebut sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap angkutan umum di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), selama pasokan BBM jenis solar masih mencukupi.

Pengurus Loket PT Mandala Putra Abdya, Surya Erka Putra, menyebutkan bahwa mayoritas angkutan umum di wilayah tersebut masih menggunakan solar.

“Mayoritas angkutan umum di Abdya menggunakan BBM jenis solar. Kenaikan Dexlite ini memang belum berdampak signifikan selama pasokan solar mencukupi,” ujarnya kepada Serambinews.com, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, jika pasokan solar terganggu, para sopir cenderung enggan beralih ke Dexlite karena lonjakan harga yang cukup tinggi, yakni dari Rp14.500 menjadi Rp24.150 per liter.

“Dengan kenaikan harga yang cukup signifikan, saya kira sopir akan enggan menggunakan Dexlite,” kata pria yang akrab disapa Cek Bujang.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada operasional angkutan umum.

Jika tidak ada alternatif, kendaraan bisa saja tidak beroperasi, kecuali penumpang bersedia membayar ongkos lebih tinggi.

“Solusinya, pemerintah diharapkan tidak menaikkan harga solar dan memastikan ketersediaannya tetap mencukupi. Jika tidak, dikhawatirkan ongkos transportasi akan naik dan banyak sopir kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Baca juga: Mengulik Efek Kenaikan BBM Nonsubsidi di Aceh Tamiang, Antara Stabilitas Stok & Kekhawatiran Ekonomi

Hingga saat ini, Surya memastikan pasokan solar di Abdya masih stabil dan belum ada kenaikan tarif bagi penumpang.

“Pasokan solar masih aman dan ongkos penumpang masih normal. Kami berharap kondisi ini tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Bukhari Nendra, membenarkan adanya kenaikan harga BBM non-subsidi sejak pukul 00.00 WIB pada 18 April 2026.

Ia menyebutkan bahwa BBM non-subsidi yang tersedia di Abdya hanya Pertamax dan Dexlite, dengan kenaikan paling signifikan terjadi pada Dexlite.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved