Berita Aceh Besar
Dirut RSUD Aceh Besar: Dokter dan Tenaga Medis Akan Kembali Bertugas Besok
Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunaiya Putra, memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut akan kembali normal setelah adanya pertemuan
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Besar dipastikan kembali normal mulai besok Selasa (21/4/2026) setelah Wabup dan Sekda Aceh Besar bertemu dokter spesialis serta tenaga medis yang sempat mogok.
- Dalam pertemuan itu dibahas tuntutan tenaga medis terkait TPP, percepatan pembayaran jasa medis, serta pembentukan BLUD agar pencairan dana dan pembelian obat lebih cepat.
- Sebelumnya, aksi mogok menyebabkan 13 poliklinik tutup dan ratusan pasien gagal berobat. Pemicu utamanya ialah kekosongan obat
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunaiya Putra, memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut akan kembali normal setelah adanya pertemuan antara tenaga medis dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Menurut Bunaiya, Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil bersama Sekretaris Daerah telah datang langsung ke RSUD untuk menemui para dokter spesialis dan tenaga medis yang sebelumnya melakukan aksi mogok kerja.
“Benar, tadi Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda datang ke rumah sakit untuk bertemu langsung dengan para tenaga medis dan dokter spesialis,” jawab Bunaiya ketika dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah tuntutan tenaga medis, terutama terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan jasa medis.
Menurutnya, tuntutan tersebut merupakan hal yang wajar karena menyangkut hak para tenaga kesehatan.
“Terkait TPP, memang regulasinya belum ada. Ini akan diproses secepatnya, meski bukan sepenuhnya kewenangan saya. Namun, pemerintah daerah akan menindaklanjuti hal ini,” jelasnya.
Baca juga: Dokter dan Tenaga Medis Mogok Massal, 13 Poliklinik RSUD Aceh Besar Tutup
Selain itu, tenaga medis juga meminta agar pembayaran jasa medis dapat dipercepat. Bunaiya menyebut, proses pencairan tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku, namun diupayakan agar bisa segera direalisasikan.
“Terkait jasa medis, mereka minta dipercepat. Kita usahakan, tentu dengan mengikuti aturan yang ada,” tambahnya.
Kabar baiknya, lanjut Bunaiya, para tenaga medis dan dokter spesialis menyatakan kesediaannya untuk kembali bekerja mulai besok, Selasa (21/4/2026), sehingga pelayanan poliklinik yang sempat tutup diharapkan kembali berjalan normal.
“Tadi mereka menyampaikan kepada Pak Wakil Bupati bahwa besok akan mulai masuk kerja lagi dan tidak mogok,” pungkasnya.
Sementara itu perwakilan dokter speasialis, dr Irfan SpP, juga membenarkan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya sepakat akan kembali membuka layanan kesehatan ke masyarakat.
"Benar kita akan buka layanan besok. Kita harap tuntutan kita bisa segera terealisasi. Khususnya percepatan pembentukan BLUD itu supaya bisa cair jasa medis dan beli obat," kata Irfan.
Baca juga: Protes Meroketnya Harga Material Galian C, Puluhan Sopir Mogok Kerja
Sebelumnya diberitakan, pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Besar lumpuh total pada layanan rawat jalan, menyusul aksi mogok massal yang dilakukan dokter spesialis dan tenaga medis, Senin (20/4/2026).
Sedikitnya 13 poliklinik ditutup, menyebabkan ratusan pasien gagal mendapatkan pelayanan dan terpaksa pulang tanpa berobat.
| Poliklinik RSUD Aceh Besar Lumpuh hingga Pasien Terlantar, DPRK Desak Bupati Segera Bayar Hak Dokter |
|
|---|
| Dokter dan Tenaga Medis Mogok Massal, 13 Poliklinik RSUD Aceh Besar Tutup |
|
|---|
| Warga Jantho Laporkan Aktivitas Tambang Emas Ilegal ke Polisi |
|
|---|
| Pohon Tumbang di Simpang Lubok Picu Kemacetan, DLHK Aceh Besar Gerak Cepat Lakukan Pembersihan |
|
|---|
| Ancam Turun ke Lokasi, Warga Jantho Laporkan Aktivitas Tambang Emas Ilegal ke Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RSUD-20042026.jpg)