Senin, 27 April 2026

Info Haji Aceh

Menu Jamaah Haji Aceh Selama di Pesawat, Mulai dari Daging Masak Putih hingga Ayam Tangkap

Plh. General Manager Garuda Indonesia Cabang Aceh, Jufriandi, mengatakan konsep menu yang dihadirkan tetap mengedepankan Indonesia

Editor: mufti
for serambinews/GARUDA INDONESIA
MENU MAKANAN JAMAAH HAJI - Salah satu varian menu makanan yang akan disajikan oleh Maskapai Garuda Indonesia bagi calon jamaah haji embarkasi Aceh 2026, selama berada di dalam pesawat menuju tanah suci. Gambar direkam beberapa waktu lalu. 

Maskapai Garuda Indonesia memastikan sajian makanan bagi calon jamaah haji asal Aceh selama penerbangan tahun 2026 ini tetap mengusung cita rasa khas daerah. Menunya mulai dari daging masak putih hingga ayam tangkap.

Plh. General Manager Garuda Indonesia Cabang Aceh, Jufriandi, mengatakan konsep menu yang dihadirkan tetap mengedepankan Indonesia Rasa dengan sentuhan kearifan lokal Aceh. “Konsep kita tetap Indonesia Rasa, dengan mengambil dari karifan lokal cita rasa masakan Aceh. Jadi nanti di situ kita menyediakan menu seperti ayam masak putih, terus ayam tangkap. Tapi memang yang betul-betul menggugah selera jamaah,” kata Jufriandi kepada Serambi, Senin (20/4/2026).

Menurut Jufriandi, pemilihan menu khas Aceh ini bertujuan untuk tetap menjaga selera makan jamaah selama perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Sehingga kondisi fisik jamaah tetap terjaga selama penerbangan. 

Ia berharap jamaah nantinya dapat menikmati makanan yang disajikan sehingga tidak mengalami kelelahan atau kekurangan energi selama penerbangan. “Kita harapkan jamaah selera dan mereka betul-betul makan. Karena mereka harus makan selama dalam pesawat biar tidak lemas,” ujarnya. Jufriandi menyatakan, sebelumnya Garuda Indonesia juga telah melakukan meal test atau uji coba makanan untuk memastikan kualitas rasa, kelayakan, serta standar penyajian sesuai kebutuhan jamaah haji.

Lebih lanjut, selain aspek konsumsi, Garuda Indonesia juga terus mematangkan berbagai persiapan layanan haji, termasuk koordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Haji, UPT Asrama Haji, Damri, Angkasa Pura, dan Pemerintah Aceh.

Kemudian, dalam operasionalnya, maskapai ini tetap menggunakan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777-300ER dengan kapasitas 396 kursi, terdiri dari 26 kursi kelas bisnis dan selebihnya kelas ekonomi.

“Sampai saat ini persiapan kita sudah mencapai 90 persen. Karena koper sendiri yang sudah diterima jamaah itu sekitar 93 persen. Sisanya 7-8 persen itu masih dalam perjalanan,” katanya. Lebih lanjut, Jufriandi menambahkan, salah satu persiapan penting lainnya adalah simulasi pengangkutan jamaah dari Asrama Haji ke bandara, termasuk skema baru dalam proses naik ke pesawat (boarding). 

Tahun ini, layanan diwacanakan mengalami perubahan dengan penggunaan garbarata demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jamaah.

“Kalau tahun lalu jamaah langsung dari bus naik melalui tangga pesawat, tahun ini kita menggunakan garbarata. Ini berujuk pada arahan Kementerian Haji dan DPR RI, untuk mengurangi risiko seperti terpeleset atau jatuh,” pungkasnya.

Diketahui, calon jamaah haji asal Aceh yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini berjumlah 5.426 jamaah. Mereka terbagi dalam 14 kolter. Untuk kloter pertama akan masuk asrama pada 5 Mei 2026 dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar pada 6 Mei 2026.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved