Berita Abdya
Kunjungi Museum Susoh Abdya, Ampon Bang Telusuri Genealogi Teuku Bentara Mahmud Setia Raja
Kunjungan Ampon Bang disambut Kurator Museum Susoh sekaligus Ketua DPP Aceh Culture and Education (Action) Aris Faisal Djamin, Sekretaris DPP
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Teuku Zulkarnaini mengunjungi Museum Susoh untuk meninjau koleksi dan menelusuri sejarah tokoh Teuku Bentara Mahmud Setia Raja.
- Kunjungan juga membahas genealogi tokoh, termasuk kaitan dengan Habib Seunagan yang merupakan leluhur dari pihak ibu Ampon Bang.
- Museum menyerahkan buku sejarah sebagai apresiasi; kunjungan diharapkan memperkuat pelestarian sejarah dan dukungan pengusulan pahlawan nasional.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Anggota DPR RI, Teuku Zulkarnaini atau Ampon Bang, melakukan kunjungan ke Museum Susoh di Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (21/4/2026).
Kunjungan Ampon Bang disambut Kurator Museum Susoh sekaligus Ketua DPP Aceh Culture and Education (Action) Aris Faisal Djamin, Sekretaris DPP Action Rozal Nawafil, Kepala Museum Susoh, Teuku Ilham Apriliansyah, dan Kader Action Teuku Halfi Hamdillah yang merupakan wareh Teuku Ben Seunagan.
Selain meninjau koleksi Museum Susoh, Ampon Bang, juga menanyakan secara mendalam berbagai hal terkait genealogi Teuku Bentara Mahmud Setia Raja, tokoh yang diusulkan sebagai Calon Pahlawan Nasional dari Kabupaten Abdya.
Berdasarkan penelitian Balitbang Action yang dirangkum dalam buku Teuku Bentara Mahmud Setia Raja: Pahlawan Besar Perang Aceh, mengutip laporan Kontroler Tapaktuan, disebutkan bahwa pada Oktober 1899 Teuku Ben Mahmud yang sempat mengungsi ke wilayah Gayo kembali ke pesisir dan membangun kekuatan baru di Meukek dengan mengangkat Habib Seunagan sebagai panglima.
Pasukan tersebut sempat menguasai kawasan perbukitan di sekitar Dama Tutong, namun kemudian berhasil dipukul mundur oleh patroli Belanda di bawah pimpinan Letnan Habraken.
Selanjutnya, pada 31 Oktober, patroli Belanda yang dipimpin Sersan Zasiman dengan kekuatan sekitar 45 bayonet kembali bentrok dengan pasukan Habib Seunagan di wilayah Batee Tunggai.
Baca juga: Anggota DPR RI Ampon Bang Dukung Kemajuan Sektor Wisata di Kabupaten Abdya
Dalam pertempuran tersebut, dua orang dari pihak pasukan Habib gugur, sementara pihak Belanda berhasil merebut satu senapan dan sejumlah senjata tajam.
Secara genealogis, diketahui bahwa Habib Seunagan merupakan kakek moyang dari pihak ibu Ampon Bang, dengan silsilah: H T Zulkarnaini putra Teuku Raja Azman dengan Cut Wan Zainab binti Abu Habib Muda Seunagan bin Teungku Padang Siali bin Habib Seunagan Qutubul Wujud.
Ketua DPP Action Aris Faisal Djamin menyampaikan bahwa pihak Museum Susoh merasa bangga atas kunjungan Ampon Bang.
Ia menilai kunjungan ini merupakan balasan atas silaturahmi sebelumnya yang dilakukan tim Action ke Makam Habib Seunagan di Puloe Ie, Nagan Raya pada, 18 April 2026.
“Secara historis, keluarga Bentara Blangpidie memiliki hubungan kekerabatan erat dengan Habib Seunagan, yang merupakan kakek dari pihak ibu Ampon Bang," kata Aris.
"Hubungan ini bermula dari pernikahan Habib Seunagan dengan seorang putri Blangpidie yang memiliki garis keturunan Adja Syarifah Kalimah, yang menikah dengan Syekh Muhammad Thahir Blangpidie,” sambungnya.
Baca juga: Wabup Nagan Raya Raja Sayang Apresiasi Buku Ampon Bang dalam Seminar di UIN Ar-Raniry
Ia menambahkan bahwa hubungan tersebut berlanjut melalui Haji Ilyas, anak dari Adja Kalimah yang menikah dengan Adja Mutia, putri Habib Mustafa dengan Cut Asiah binti Teuku Ben Mahmud Blangpidie.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak Museum Susoh turut menyerahkan buku setebal 780 halaman berjudul The Pepper Coast: Tinjauan Sejarah, Arkeologi, dan Ekonomi Rempah di Bandar Susoh dan Kuala Batu sebagai kenang-kenangan atas kunjungan tersebut.
Buku ini merupakan hasil penelitian para peneliti Balitbang Aceh Culture and Education (Action).
"Kunjungan ini kita harapkan dapat semakin memperkuat upaya pelestarian sejarah lokal serta mendorong pengakuan nasional terhadap tokoh-tokoh besar dari Aceh Barat Daya," pungkas Aris. (*)
| Ketua TP PKK Abdya: Hari Kartini Bukan Sekedar Memakai Kebaya |
|
|---|
| Polres Abdya Ingatkan Warga Bahaya Karhutla, Pelaku Siap-siap Didenda dan Dipidana |
|
|---|
| Bahayakan Pelintas, Warga Minta Perbaikan Jalan Antar Kecamatan di Abdya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Abdya 20 April 2026: Seluruh Kecamatan Diguyur Hujan |
|
|---|
| HMI & Kohati Cabang Blangpidie Gelar Konferensi dan Musyawarah VI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ampon-Bang-21042026.jpg)