Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Naik Drastis

Kita minta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan gas elpiji nonsubsidi. Seharusnya pemerintah menaikkan harganya secara bertahap. Fauzan

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI 20260422 
Ringkasan Berita:
  • Harga gas elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kilogram di Aceh melonjak tajam sejak 18 April 2026
  • Kita minta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan gas elpiji nonsubsidi. Seharusnya pemerintah menaikkan harganya secara bertahap
  • Harga elpiji 12 kg yang sebelumnya Rp 195.000 kini dibanderol Rp 235.000 per tabung. Sementara ukuran 5,5 kg naik dari Rp 95.000 menjadi Rp 112.000

Kita minta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan gas elpiji nonsubsidi. Seharusnya pemerintah menaikkan harganya secara bertahap. Fauzan, Owner Kedai Doktor Kopi (Doko) Pidie

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga gas elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kilogram di Aceh melonjak tajam sejak 18 April 2026, bersamaan dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina Patra Niaga. Kenaikan ini langsung dirasakan masyarakat, terutama di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie, dan kabupaten-kabupaten lain di Aceh. 

Di Kecamatan Wih Pesam, agen elpiji Jufri Ismail mengaku penjualan menurun drastis sejak harga baru diberlakukan. “Naiknya gila-gilaan ini, semua pelanggan mengeluh. Kadang ada yang sudah pesan, begitu tahu harga segitu langsung dibatalkan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Harga elpiji 12 kg yang sebelumnya Rp 195.000 kini dibanderol Rp 235.000 per tabung. Sementara ukuran 5,5 kg naik dari Rp 95.000 menjadi Rp 112.000. Akibatnya, omzet agen merosot tajam. “Biasanya sehari bisa laku 90 tabung, sekarang hanya sekitar 40 tabung. Hampir semua pelanggan mengeluh,” tambah Jufri. Ia berharap kondisi global segera membaik agar harga kembali normal.

Kenaikan harga ini diduga turut dipicu eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada harga energi dunia. Situasi tersebut membuat masyarakat kelas menengah yang tidak memiliki akses ke gas subsidi semakin terbebani.

Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Aceh. Di Banda Aceh, harga gas elpiji 12 kg naik dari Rp 210.000 menjadi Rp 220.000, sedangkan ukuran 5,5 kg dari Rp 100.000 menjadi Rp 110.000. Di Aceh Timur, harga 12 kg melonjak dari Rp 190.000 ke Rp 220.000, dan ukuran 5,5 kg dari Rp 100.000 ke Rp 110.000.

Menurut Khairul, seorang penjual gas di Aceh Timur, kenaikan ini memang terasa sejak 18 April lalu. “Namun di tempat kita jarang ada yang mencari gas nonsubsidi, kebanyakan masyarakat memilih gas melon ukuran 3 kg,” jelasnya kepada Serambi, Selasa malam.

Di Pidie, harga gas elpiji 12 kg mencapai  Rp 240.000 per tabung, yang sebelumnya dijual Rp 210.000 per tabung. Selain itu, untuk gas elpiji 5,5 kg naik Rp 18.000 per tabung, yang awalnya dijual Rp 105.000 per tabung, menjadi Rp 123.000.

Kenaikan harga elpiji nonsubsidi itu sangat dirasakan pelaku usaha di Kabupaten Pidie. Sehingga mereka pun harus memutar otak supaya harga barang yang dijual tidak naik, dan jumlah pelanggan tidak berkurang.

Owner Kedai Doktor Kopi (Doko) Pidie, Fauzan SE MM, kepada Serambi, Selasa (21/4/2026) malam mengatakan, kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang melambung tinggi sangat berefek kepada pelaku usaha. Dia menduga kenaikan gas tersebut akibat pemblokiran di Selat Hormuz. 

"Kita minta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan gas elpiji nonsubsidi. Seharusnya pemerintah menaikkan harganya secara bertahap," jelasnya. 

Meskipun harga gas naik, dirinya belum berani menaikkan harga makanan dan minuman di kafenya. "Saya akan melihat perkembangan selama satu minggu. Sebab, selain elpiji harga barang juga ikut naik, karena barang didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Kita tahu BBM nonsubsidi pun naik," jelasnya. 

Lonjakan harga elpiji nonsubsidi di Aceh memang menjadi sorotan, karena selain menekan daya beli masyarakat, juga memperlihatkan betapa rentannya harga energi terhadap dinamika global. Pemerintah diharapkan segera mencari solusi agar beban masyarakat tidak semakin berat.(mi/al/naz/sak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved