Selasa, 28 April 2026

Berita Banda Aceh

Sirene ‘Meraung’ di Sejumlah titik

“Kesiapsiagaan bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan." ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL, Wali Kota Banda Aceh

Editor: mufti
Chat GPT
SIRENE MERAUNG — Sirene tanda peringatan bahaya bencana meraung keras di sejumlah titik di kawasan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tepat pukul 10.00 WIB, Minggu (26/4/2026). Gambar ini dibuat dengan kecerdasan AI. 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menanam sebanyak 2.257 aneka bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, yang dipusatkan di Kota Banda Aceh, Sabtu (25/4/2026).

Adapun jenis pohon yang ditanam pada kegiatan itu antara lain pohon Tabebuya, Mangga, Cemara Laut, Ketapang dan Jeumpa. Secara simbolis, pelaksanaan penanaman bibit pohon dilakukan di wilayah Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala. 

Kegiatan itu dipimpin Sekretaris Utama BNPB Rustian, bersama jajaran pejabat tinggi di lingkungan BNPB dan Illiza Sa'aduddin Djamal selaku Walikota Banda Aceh serta jajaran Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Rustian menyampaikan, sejumlah bencana yang terjadi, dapat dikurangi dampaknya apabila wilayah tersebut masih banyak ditanami pepohonan. “Banyak terjadi bencana tsunami dan banjir. Salah satu cara untuk menghambat laju air dan material yang datang adalah dengan adanya pepohonan,” ujarnya.

Sebagai contoh, pengurangan dampak bencana dengan berbasi vegetasi adalah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu di wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Di mana pohon yang banyak ditanam, kerusakan tidak begitu parah, dibandingkan dengan (pemukiman) yang langsung terbuka tidak ada pohonnya sehingga sebabkan kehilangan harta benda dan nyawa,” imbuhnya.

Harapannya dengan kegiatan penanaman ini, masyarakat dapat turut berperan aktif melakukan penanaman pohon dan merawatnya. "Jumlah bibit 2.257 batang pohon yang diberikan ini adalah pemicu, harapan kami penanaman pohon ini bisa terus berlanjut, setidaknya satu pohon per tahun per keluarga, agar upaya mitigasi jangka panjang terbangun dari lingkup keluarga dan komunitas," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengungkap, sejarah membuktikan banyaknya pohon yang ditanam berguna sebagai pelindung dan dapat mengurangi tekanan arus gelombang tsunami yang terjadi pada tahun 2004 yang lalu.

“Kita ingat betul pohon-pohon ini bagian dari risiko pengurangan bencana, seperti adanya mangrove dan pohon-pohon yang tegak ketika gempa tsunami," ucapnya.

Illiza menambahkan, Kota Banda Aceh sudah memiliki gampong pro-iklim, di mana dalam pengelolaannya Illiza mengajak para perempuan untuk tangguh terhadap bencana seperti menanam pohon, mengelola sampah dan sebagainya.

“Karena menjaga lingkungan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Vegetasi hari ini bukan sekadar penghijauan, tapi benteng alami kota yang menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko bencana serta warisan bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.(ra)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved