Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Utara

Disperindag Aceh Tutup Rangkaian Operasi Pasar Murah di Aceh Utara, Ini Pesan Kak Na

Penutupan kegiatan dipusatkan di Aceh Utara, Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Subur Dani
Serambinews.com/HO
PASAR MURAH – Momen penutupan rangkaian Operasi Pasar Murah yang digelar Disperindag Aceh di Aceh Utara, Rabu (29/4/2026). Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh, Marlina alias Kak Na. 
Ringkasan Berita:
  • Disperindag Aceh menutup rangkaian Operasi Pasar Murah di Aceh Utara pada 29 April 2026. Program ini digelar di enam kabupaten sejak 27 April.
  • Pemerintah menyediakan komoditas pokok bersubsidi seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga lebih rendah dari pasar tradisional.
  • Kehadiran Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh, Marlina (Kak Na), menegaskan pentingnya akses pangan terjangkau untuk mendukung gizi anak-anak.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, ACEH UTARA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menuntaskan rangkaian Operasi Pasar Murah yang digelar di enam kabupaten sejak 27 April 2026.

Penutupan kegiatan dipusatkan di Aceh Utara, Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional.

Baca juga: Kampanyekan Gemarikan, Kak Na Borong Jajanan Sehat di Market Day MIN Model Banda Aceh

Kadisperindag Aceh, T Adi Darma, menjelaskan, program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga akibat dampak bencana di sejumlah wilayah. 

“Tak hanya fokus pada stabilitas harga, operasi pasar juga disinergikan dengan penguatan sektor kesehatan keluarga,” katanya.

Di titik akhir pelaksanaan, kata dia, Disperindag Aceh kembali melakukan intervensi harga dengan menghadirkan berbagai komoditas pokok bersubsidi.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Program MBG dan Kopdes Merah Putih untuk Mengalirkan Uang Negara kepada Rakyat

Warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut, termasuk untuk mendapatkan beras premium seharga Rp110.000 per 10 kilogram.

“Selain itu, tersedia pula paket sembako murah lainnya, seperti minyak goreng Rp32.000 per 2 liter, gula pasir Rp28.000 per 2 kilogram, serta telur ayam Rp42.000 per papan—harga yang jauh lebih rendah dibandingkan pasar tradisional,” ujarnya.

Adi Darma menambahkan, Pemerintah Aceh memandang operasi pasar ini sebagai instrumen pengendali untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Baca juga: Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan Penulis 12 Buku Sastra Aceh

Penutupan kegiatan di Aceh Utara yang bertepatan dengan momentum Hari Posyandu Nasional juga menjadi simbol keterkaitan erat antara ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

“Disperindag Aceh berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan stok dan harga secara berkelanjutan demi memastikan ketahanan ekonomi warga di seluruh wilayah Aceh tetap terjaga,” ungkapnya.

Baca juga: VIDEO - Polda Aceh Musnahkan Ladang Ganja di Sejumlah Titik

Turut hadir di lokasi, Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh, Marlina alias Kak Na. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa isu pangan dan gizi keluarga merupakan prioritas utama pembangunan daerah.

“Kesehatan keluarga, terutama kecukupan gizi anak-anak kita, sangat bergantung pada kemudahan akses terhadap bahan pangan yang sehat dan terjangkau. Operasi pasar oleh Disperindag ini adalah langkah nyata pemerintah agar dapur warga tetap ngebul dan gizi anak-anak Aceh tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan tidak terjebak pada pola konsumsi berlebihan, sejalan dengan pesan yang digaungkan dalam kegiatan tersebut, yakni berbelanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved