Sabtu, 2 Mei 2026

Kekerasan Anak di Daycare

Psikolog UIN Ar-Raniry Beberkan Ciri Anak Mengalami Kekerasan di Daycare

Iyulen menyebut, tanda-tanda yang dapat diamati antara lain anak tiba-tiba menjadi sangat takut atau sering menangis, menolak pergi ke daycare,

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
PSIKOLOG UIN – Psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny, beberkan ciri anak mengalami kekerasan di daycare, Jumat (1/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kasus kekerasan di daycare menjadi perhatian serius, dinilai sebagai masalah sistemik oleh psikolog UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny, MPsi.
  • Penyebab: kompetensi pengasuh belum memadai, lemahnya pengawasan, serta aturan perlindungan anak yang tidak berjalan optimal.
  • Iyulen menegaskan dampak kekerasan pada anak usia dini bisa panjang, seperti gangguan emosi, kesulitan percaya orang lain, hingga masalah perkembangan sosial.
  • Orangtua dianjurkan segera mencari pertolongan psikolog.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak atau daycare menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

Psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny, MPsi, menilai fenomena ini sebagai indikasi adanya persoalan sistemik yang perlu segera dibenahi.

Iyulen menjelaskan, meningkatnya kasus kekerasan maupun pengabaian di daycare tidak semata-mata disebabkan oleh kesalahan individu, melainkan mencerminkan lemahnya sistem.

Mulai dari kompetensi pengasuh yang belum memadai, pengawasan yang lemah, hingga aturan yang tidak berjalan optimal.

“Dalam psikologi, anak usia dini sedang belajar merasa aman dan percaya pada lingkungan. Jika mereka mengalami hal buruk, dampaknya bisa panjang, seperti sulit mengatur emosi, sulit percaya pada orang lain dan terganggu perkembangan sosialnya”, ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Kasus Daycare Banda Aceh, Akademisi USM: Kekerasan di Daycare Picu PTSD dan Gangguan Kognitif Anak

Ciri-ciri Adanya Kekerasan pada Anak

Ia menegaskan, orang tua perlu lebih jeli dalam mendeteksi kemungkinan kekerasan pada anak.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan perubahan perilaku.

Iyulen menyebut, tanda-tanda yang dapat diamati antara lain anak tiba-tiba menjadi sangat takut atau sering menangis, menolak pergi ke daycare, mengalami perubahan pola tidur atau makan, hingga menunjukkan kemunduran perkembangan seperti kembali mengompol.

Untuk anak yang belum bisa berbicara, indikasi kekerasan biasanya terlihat dari kondisi fisik dan perilaku.

Di antaranya tubuh anak tampak menegang atau ketakutan saat bertemu orang tertentu, menangis terus-menerus tanpa sebab jelas, adanya luka atau memar yang tidak wajar, menjadi sangat pendiam atau justru terlalu lengket, serta mengalami gangguan tidur.

Baca juga: Darwati A. Gani Pantau Kasus Penganiayaan Anak di Daycare, Tegaskan Proses Hukum Tanpa Tawar

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap anak bisa menunjukkan tanda yang berbeda.

Karena itu, hasil deteksi awal perlu ditindaklanjuti dengan asesmen oleh tenaga profesional.

“Oleh karena itu, orangtua perlu segera mencari pertolongan psikolog untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam agar tidak menjadi masalah lebih serius pada kondisi psikologis dan perkembangan anak,” jelasnya.

Selain itu, Iyulen juga menekankan pentingnya peran daycare dalam menjamin keamanan dan kenyamanan anak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved