Banda Aceh
Amanah Tempa Pemimpin Muda Aceh Lewat Bootcamp Karakter
AMANAH Aceh kembali menggelar pelatihan kepemimpinan dan penguatan karakter bagi pelajar melalui program intensif...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- AMANAH Aceh menggelar bootcamp pengembangan diri bagi 80 siswa Yayasan Pendidikan Hafizh Cendekia di Aceh Besar.
- Program ini fokus pada pembentukan kepemimpinan melalui penguatan karakter, komunikasi, dan pengalaman langsung di lapangan.
- Kegiatan juga mencakup aksi sosial, pelatihan mental, serta pembiasaan spiritual untuk membentuk pelajar berkarakter dan mandiri.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - AMANAH Aceh kembali menggelar pelatihan kepemimpinan dan penguatan karakter bagi pelajar melalui program intensif yang menyasar pembentukan kapasitas diri secara menyeluruh.
Sebanyak 80 siswa dari Yayasan Pendidikan Hafizh Cendekia (YPHC) mengikuti Bootcamp Pengembangan Diri Pelajar yang berlangsung selama dua hari, 30 April–1 Mei 2026, di Kompleks AMANAH Ladong, Aceh Besar.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan, tetapi sebagai proses pembinaan intensif yang menggabungkan penguatan mental, karakter, dan pengalaman langsung di lapangan. Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani serangkaian aktivitas yang menuntut refleksi diri, kedisiplinan, serta keterlibatan sosial.
Ketua Yayasan AMANAH, Dr Syaifullah Muhammad, menekankan bahwa kepemimpinan berakar pada kemampuan komunikasi. “Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi dan menggerakkan. Di sinilah komunikasi menjadi kunci. Para siswa ini adalah calon pemimpin Aceh yang harus mulai ditempa sejak sekarang,” ujarnya.
Penguatan perspektif kepemimpinan dilanjutkan oleh Said Muniruddin yang mengajak peserta memahami potensi diri melalui pendekatan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. “Pelajar kita adalah raksasa yang sedang tertidur. Ketika potensi ini dibangkitkan, bukan hanya diri mereka yang berkembang, tetapi juga lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya.
Baca juga: Amanah akan Perkuat Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif di Aceh
Direktur AMANAH, Dr Safwan Nurdin, memfasilitasi sesi pemetaan mental untuk membantu peserta mengidentifikasi hambatan internal dan merumuskan langkah perubahan yang konkret. Pendekatan ini menekankan bahwa kepemimpinan harus terwujud dalam tindakan, bukan berhenti pada konsep.
Salah satu kekuatan program ini terletak pada integrasi antara pembelajaran dan praktik langsung. Peserta terlibat dalam kegiatan pembersihan Pantai Ladong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, mereka mengikuti tur ke berbagai unit AMANAH untuk memahami ekosistem inkubasi bisnis serta membuka wawasan tentang kemandirian ekonomi dan inovasi.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan sesi team building melalui outbound, serta pembiasaan disiplin ibadah dan tilawah Al-Qur’an yang didampingi oleh guru-guru YPHC, guna membangun keseimbangan antara aspek intelektual, karakter, dan spiritualitas.
Penutupan kegiatan dihadiri oleh orang tua siswa yang menyaksikan langsung perkembangan peserta selama program berlangsung. Ketua YPHC, Yunita Ningsih, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gedung-Amanah-di-Aceh-Besar.jpg)