Selasa, 5 Mei 2026

Dunia Pendidikan

Upacara Bendera MAN 6 Aceh Besar: Pesan Bijak Teknologi dan Penghargaan Guru Teladan  

Upacara bendera di MAN 6 Aceh Besar pada Senin (4/5/2026) berlangsung khidmat sekaligus penuh refleksi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: IKL
for serambinews
Sejumlah tenaga pendidik dan kependidikan MAN 6 Aceh Besar menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya pada upacara bendera, Senin (4/5/2026). Penyerahan dilakukan oleh Kepala Madrasah, Drs. Asnawi Adam, M. Pd, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi panjang mereka dalam dunia pendidikan. 

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Upacara bendera di MAN 6 Aceh Besar pada Senin (4/5/2026) berlangsung khidmat sekaligus penuh refleksi. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Mulia Fitriana, S. Pd menyampaikan pesan tegas mengenai bahaya candu gadget di kalangan pelajar.  

“HP semakin pintar, siswa semakin lalai,” ujarnya, menyoroti fenomena siswa yang terjebak game online hingga melupakan kewajiban utama mereka.  

Dalam amanatnya, Mulia Fitriana menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi jembatan menuju prestasi, bukan jerat yang menumbuhkan kemalasan. Ia mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan perangkat digital dan tidak menggadaikan masa depan demi kesenangan semu di dunia maya.

Upacara ini juga dirangkaikan dengan prosesi penganugerahan Satyalencana Karya Satya kepada 11 tenaga pendidik dan kependidikan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Madrasah, Drs. Asnawi Adam, M. Pd, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi panjang mereka.  

Suasana khidmat upacara bendera di MAN 6 Aceh Besar, Senin (4/5/2026). Para siswa berdiri dalam formasi di lapangan saat Sang Merah Putih dikibarkan oleh pasukan Paskibra, menjadi momen refleksi sebelum amanat pembina upacara yang menyoroti bahaya candu gadget di kalangan pelajar.
Suasana khidmat upacara bendera di MAN 6 Aceh Besar, Senin (4/5/2026). Para siswa berdiri dalam formasi di lapangan saat Sang Merah Putih dikibarkan oleh pasukan Paskibra, menjadi momen refleksi sebelum amanat pembina upacara yang menyoroti bahaya candu gadget di kalangan pelajar. 

Dalam pesannya, Asnawi Adam menegaskan bahwa pengabdian para guru harus menjadi teladan bagi siswa. “Kehormatan dan kesuksesan sejati hanya bisa diraih melalui ketekunan nyata, bukan kelalaian di balik layar gadget,” katanya.

Momen ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda: teknologi adalah alat, bukan pengganti semangat belajar dan kerja keras. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved