Selasa, 5 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Jembatan Bailey Kala Ili Difungsikan

“Dengan difungsikannya jembatan ini, mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian bisa kembali berjalan lancar.” MUKHLIS

Tayang:
Editor: mufti
IST
ILUSSTRASI == Jembatan bailey 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan bailey di Kampung Owaq, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, resmi dapat digunakan dan kini menghubungkan lima desa
  • Kini, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasi jembatan tersebut
  • Sementara itu, jembatan Wih Kanis di Bener Meriah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, mulai diperbaiki

“Dengan difungsikannya jembatan ini, mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian bisa kembali berjalan lancar.” MUKHLIS, Danramil 05/Linge

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Jembatan bailey di Kampung Owaq, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, resmi dapat digunakan dan kini menghubungkan lima desa yang sebelumnya sempat terisolasi pasca bencana hidrometeorologi.

Dengan selesainya pembangunan jembatan, akses transportasi warga di wilayah pedalaman itu kembali lancar. Sebelumnya, masyarakat dari lima desa di kawasan Kemukiman Wih Dusun Jamat mengalami kesulitan mobilitas, terutama saat membawa hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasi jembatan tersebut. Waktu tempuh antarwilayah yang sebelumnya cukup lama juga menjadi lebih singkat.

Komandan Koramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, mengatakan, jembatan bailey dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses penghubung antarwilayah. “Selama ini akses masyarakat cukup terbatas. Dengan difungsikannya jembatan ini, mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian bisa kembali berjalan lancar,” katanya.

Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat.

Warga menyambut baik rampungnya pembangunan jembatan tersebut.  Mereka menilai, kehadiran jembatan bailey sangat membantu kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghubungkan desa-desa yang sebelumnya sulit dijangkau.

Selain memperlancar transportasi, jembatan ini juga membuka kembali akses layanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan, yang sebelumnya sempat terkendala akibat kondisi infrastruktur.

Dengan difungsikannya jembatan bailey ini, keterisolasian lima desa di Kecamatan Linge kini berakhir, dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Mulai dikerjakan

Sementara itu, setelah enam bulan menunggu, jembatan Wih Kanis di Bener Meriah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, mulai diperbaiki.

Perbaikan jembatan itu dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan menggandeng PT Hutama Karya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN Aceh, Ir Mulyadi ST MT, membenarkan pengerjaan tersebut. Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah pemasangan jembatan darurat tipe bailey yang menjadi solusi taktis agar mobilitas warga lancar.

"Untuk sementara akan dibuat jembatan bailey sebagai penangan darurat sembari menunggu proses pembangunan permanen, pembangunan jembatan bailey kemungkinan akan dibantu oleh personel dari jajaran TNI," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Dikatakan, sejalan dengan penanganan darurat yang tengah berlangsung, tim teknis kini juga sedang melakukan tahap desain intensif untuk pembangunan jembatan permanen yang akan menggantikan struktur bailey tersebut. 

Pemerintah menargetkan seluruh proses perencanaan teknis ini rampung dalam waktu dekat. Sehingga proyek pembangunan fisik jembatan permanen dapat segera dieksekusi dan mulai dikerjakan pada akhir tahun ini demi menjamin keamanan serta kenyamanan pengguna jalan secara berkelanjutan. "Untuk jembatan permanen akan dimulai di akhir tahun, ini masih dalam proses lelang," ucapnya.(am/mi)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved