Berita Aceh Utara
Dampak 5 Tahun Rusaknya Bendung Krueng Pase, Petani Aceh Utara 13 Kali Gagal Panen
Kerusakan Bendung Krueng Pase selama hampir lima tahun membuat ribuan petani di Aceh Utara mengalami krisis air irigasi.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Kerusakan Bendung Krueng Pase selama hampir lima tahun membuat ribuan petani di Aceh Utara mengalami krisis air irigasi.
- Wabup Tarmizi Panyang menyebut para petani tercatat 13 kali gagal panen sejak bendung rusak akibat banjir besar 2020.
- Kini setelah rehabilitasi selesai dan bendung kembali berfungsi, petani di sembilan kecamatan bisa kembali menanam padi dengan harapan hasil panen normal.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Kerusakan Bendung Krueng Pase selama hampir lima tahun terakhir memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di Aceh Utara.
Ribuan petani di sembilan kecamatan terpaksa menghadapi krisis air irigasi yang menyebabkan gagal tanam dan gagal panen berulang kali.
Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Tarmizi Panyang mengungkapkan, bahwa para petani tercatat mengalami hingga 13 kali gagal panen sejak bendung tersebut rusak akibat banjir besar pada akhir 2020 lalu.
Kondisi itu membuat banyak lahan sawah tidak dapat digarap secara optimal karena kekurangan pasokan air.
“Yang terpenting dan patut kita syukuri hari ini, Krueng Pase sudah kembali bisa difungsikan oleh petani di sembilan kecamatan,” kata Wabup.
“Selama lima tahun terakhir petani mengalami hingga 13 kali gagal panen,” ujar Tarmizi Panyang saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau Bendung Krueng Pase, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Menteri PU Resmikan Bendung Krueng Pase, Dody: Masalah Kekeringan Saat Musim Kemarau Dapat Teratasi
Untuk diketahui, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meresmikan kembali berfungsinya Bendung Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara, setelah proyek rehabilitasi daerah irigasi tersebut rampung dilaksanakan.
Bendungan itu rusak akibat banjir besar yang terjadi sejak akhir 2020, kemudian diperparah banjir bandang pada November 2025 lalu.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol pembuka pintu air bendung oleh Menteri Dody sebagai simbol dimulainya kembali aliran air irigasi ke ribuan hektare lahan pertanian masyarakat di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Bendung Krueng Pase yang berada di perbatasan Kecamatan Meurah Mulia dan Kecamatan Nibong, Aceh Utara.
Menurut Tarmizi, ambruknya bendung sempat membuat aktivitas pertanian di sejumlah wilayah terhambat, bahkan banyak petani harus menunda musim tanam karena tidak tersedianya air irigasi.
Tarmizi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, yang telah mempercepat rehabilitasi bendung sehingga kini kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca juga: Seluas 12.537 Hektar Tanaman Padi Gagal Panen di Aceh Utara Ekses Terendam Banjir Bandang
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah turun langsung ke Krueng Pase,” ucap Wabup.
Menteri PU resmikan Bendung Krueng Pase
Bendung Krueng Pase
dampak kerusakan Bendung Krueng Pase
Gagal Panen
Petani Aceh Utara
Aceh Utara
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Menteri PU Resmikan Bendung Krueng Pase, Dody: Masalah Kekeringan Saat Musim Kemarau Dapat Teratasi |
|
|---|
| Lagi, Perempuan dan Pria Ditangkap di Aceh Utara |
|
|---|
| Peminat Kurang, Pemkab Aceh Utara Perpanjang Masa Pendaftaran Komisaris dan Dirut PT Bina Usaha |
|
|---|
| Pemkab Aceh Utara Kembali Perpanjang Masa Pendaftaran Komisaris dan Dirut PT Bina Usaha |
|
|---|
| PN Lhoksukon Kembali Sidangkan Kasus BBM Oplosan, Terdakwa Sudah Setahun Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dampak-rusaknya-bendungan-13-kali-gagal-panen.jpg)