Jumat, 8 Mei 2026

Berita Abdya

Wabup Abdya Buka Musyawarah Turun ke Sawah, Tekankan Pentingnya Tanam Serentak

Musyawarah diharapkan menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah bersama agar Abdya tetap menjadi lumbung pangan berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI/Masrian Mizani
MUSYAWARAH TURUN SAWAH - Wabup Abdya, Zaman Akli saat membuka Musyawarah Turun ke Sawah Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026, yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Abdya, Kamis (7/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wabup Abdya, Zaman Akli, membuka Musyawarah Turun ke Sawah MT Gadu 2026 dengan menekankan pentingnya keseragaman jadwal tanam dan pola tanam tepat untuk meningkatkan produktivitas.
  • Ia mengingatkan tantangan besar seperti perubahan iklim, hama, dan dinamika harga, sehingga diperlukan sinergi semua pihak.
  • Musyawarah ini diharapkan menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah bersama agar Abdya tetap menjadi lumbung pangan yang kokoh dan berkelanjutan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Wabup Abdya), Zaman Akli mengatakan, Bumoe Breuh Sigupai dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah Barat Selatan Aceh, dengan luas lahan sawah mencapai 7.153 hektare.

Selain itu, sebutnya, Abdya juga diberkahi dengan lahan yang subur, sumber air yang memadai, serta masyarakat petani yang ulet dan berpengalaman. 

Hal itu disampaikan Wabup Zaman Akli saat membuka Musyawarah Turun ke Sawah Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026, yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Abdya, Kamis (7/5/2025). 

Di sisi lain, Akli menekankan, semua pihak harus jujur bahwa tantangan yang dihadapi ke depan tidaklah ringan. 

Perubahan iklim, ketidakpastian musim, serangan hama, serta dinamika harga, dan distribusi menjadi faktor-faktor yang harus di sikapi dengan bijak dan terencana.

"Oleh karena itu, musyawarah turun ke sawah ini menjadi sangat strategis,” tutur Wabup. 

“Di sinilah kita menentukan jadwal tanam yang serentak, pola tanam yang tepat, serta langkah-langkah teknis yang harus kita lakukan secara bersama-sama," ucapnya. 

Baca juga: Lahan Pertanian di Aceh Timur Tertutup Lumpur, Pakar Pertanian Sebut Pemulihan Butuh 4 Musim Tanam

Menurutnya, keseragaman waktu tanam bukan hanya soal efisiensi.

Tetapi juga merupakan strategi penting dalam pengendalian hama dan peningkatan produktivitas.

"Kita menekankan bahwa keberhasilan musim tanam tidak hanya ditentukan oleh petani semata, tetapi juga oleh sinergi semua pihak," tuturnya.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait, kata Akli, harus hadir dengan program yang tepat sasaran, penyuluh harus aktif mendampingi petani di lapangan, dan para petani harus terbuka terhadap inovasi dan teknologi pertanian yang terus berkembang.

"Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara lama. Kita harus mulai mengadopsi pendekatan yang lebih modern, lebih efisien, dan berbasis data," imbuhnya.

Selain itu, sambungnya, pemanfaatan benih unggul, penggunaan pupuk yang tepat, pengelolaan irigasi yang baik, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian harus terus di dorong.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved