Banda Aceh
Penerima Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Lanjut Kuliah ke Malaysia
Sebanyak tujuh mahasiswa International Tourism College (ITC) Aceh, penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh diberangkatkan ke Malaysia...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Tujuh mahasiswa ITC Aceh penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh diberangkatkan ke Malaysia untuk melanjutkan pendidikan Diploma II di EWIC.
- Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah sambil magang berbayar di hotel bintang 4-5 guna memperkuat kompetensi pariwisata dan perhotelan.
- Baitul Mal Aceh berharap para mahasiswa menjadi generasi Aceh yang unggul, mandiri, dan mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak tujuh mahasiswa International Tourism College (ITC) Aceh, penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh diberangkatkan ke Malaysia untuk melanjutkan pendidikan Program Diploma II di East West International College (EWIC), Kamis (7/5/2026).
Prosesi pelepasan mahasiswa berlangsung di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar dan dihadiri unsur pimpinan Baitul Mal Aceh serta pihak ITC Aceh. Adapun EWIC merupakan institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia dan fokus pada program vokasi dan pariwisata. Kampus tersebut terkenal dengan program Work-Based Learning (WBL) atau kuliah sambil magang berbayar di hotel bintang 4-5 di Malaysia.
Sehingga selain menempuh pendidikan, para mahasiswa juga akan mengikuti program bekerja sambil belajar sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan pengalaman internasional di bidang pariwisata dan perhotelan.
Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Taufik Hidayat mengatakan dukungan terhadap keberangkatan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat secara produktif, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda Aceh.
“Kami berharap mahasiswa yang berangkat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, meningkatkan kompetensi, serta membawa nama baik Aceh di tingkat internasional. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi Aceh yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa Malaysia Belajar Tata Kelola Zakat di Baitul Mal Aceh
Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Muhammad Ikhsan Ahyat yang didampingi Kabag Pengumpulan Gunawan Phonna, berpesan agar mahasiswa menjaga akhlak, disiplin, dan semangat belajar selama berada di luar negeri.
“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Kalian adalah duta Aceh yang membawa harapan masyarakat dan para muzakki,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzakki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baitul Mal Aceh sehingga program pendidikan tersebut dapat terus berjalan.
“Berkat kepercayaan dan kepedulian para muzakki, program-program pendidikan seperti ini dapat terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Ikhsan.
Di sisi lain, Manager ITC Aceh, Muhammad Galih Ramadani mengapresiasi dukungan Baitul Mal Aceh terhadap mahasiswa penerima program pendidikan vokasi luar negeri tersebut. Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan dan kerja di tingkat internasional.
“Mudah-mudahan ke depan mahasiswa yang melanjutkan studi ke Malaysia ini tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi muzakki dan berkontribusi kembali untuk masyarakat Aceh,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Berbincang-dengan-mahasiswa-penerima-beasiswa-vokasi-Baitul-Mal-Aceh-2026.jpg)