Berita Banda Aceh
RSUDZA Tetap Layani Semua Pasien, Obat Kemoterapi Rp2 Juta Tetap Diberikan
RSUDZA Banda Aceh menegaskan tetap melayani semua pasien meski administrasi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) atau BPJS belum tuntas.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menegaskan tetap melayani semua pasien meski administrasi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) atau BPJS belum tuntas.Jubir Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, menyebut pelayanan medis tetap diberikan, termasuk obat kemoterapi senilai Rp2 juta, sambil proses administrasi berjalan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Di tengah polemik penerapan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menegaskan tetap melayani semua pasien meski administrasi jaminan kesehatan mereka belum tuntas.
Setiap harinya, rumah sakit rujukan utama di Aceh itu menangani sekitar 1.500 hingga 2.000 pasien rawat jalan, belum termasuk pasien rawat inap.
Dari jumlah tersebut, sekitar 100 hingga 150 pasien merupakan kasus gawat darurat yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi mengatakan, pelayanan kesehatan tetap diberikan tanpa menunggu proses administrasi JKA maupun BPJS selesai.
“Administrasi diurus, pelayanan tetap diberikan walaupun pengurusan jaminan kesehatannya belum selesai, baik JKA maupun BPJS mandiri,” kata Nurlis, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem telah menginstruksikan seluruh rumah sakit pemerintah untuk tetap mengutamakan pelayanan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.
Baca juga: Pasien Cuci Darah &Jantung tak Dilayani BPJS Pascaperubahan Desil JKA, Haji Uma Lapor Pusdatin Kesos
Nurlis menyebut, RSUDZA sejauh ini menjalankan instruksi tersebut dengan baik.
Hal itu sesuai hasil tinjauan langsung dirinya terhadap pelayanan rumah sakit dan berdiskusi dengan manajemen RSUDZA.
Selama masa transisi Pergub JKA, lanjut Nurlis, RSUDZA juga aktif membantu pasien mengurus persoalan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Terutama peserta dari Desil 1 hingga Desil 5 yang status kepesertaannya tidak aktif.
“Begitu dilaporkan ke Dinas Kesehatan Aceh, langsung diproses perubahan jaminannya menjadi JKA,” ujarnya.
Nurlis mengungkap, hingga Minggu (10/5/2026), tercatat sudah ada 33 pasien yang diproses migrasi dari skema JKN ke JKA.
Selain itu, rumah sakit pelat merah ini juga menemukan sejumlah kasus ketidaksesuaian data warga miskin yang justru tercatat sebagai golongan sejahtera.
Baca juga: Gubernur Aceh Mualem: JKA Macam Biasa, Cuma Kita Evaluasi Sebentar
Lebih lanjut, Nurlis mengatakan, bahwa pasien dengan penyakit katastropik tetap dibantu pengurusan aktivasi kembali JKA mereka agar pelayanan medis tidak terhambat.
Obat Rp2 Juta Tetap Ditanggung
Ia menegaskan, selama proses administrasi berlangsung, pasien tetap mendapatkan pelayanan dan obat-obatan, termasuk obat kemoterapi dengan harga mencapai Rp2 juta.
“Obat kemoterapi tetap diberikan walaupun jaminan kesehatannya masih dalam proses perubahan desil,” katanya.
Nurlis juga membantah berbagai isu yang menyebut ada pasien yang diabaikan akibat perubahan aturan JKA.
Ia mencontohkan kabar tentang anak yang disebut tidak dilayani, pasien kanker yang ditelantarkan, hingga penarik becak yang disebut tidak mendapatkan obat.
“Anak tersebut tetap dilayani dengan baik. Untuk penarik becak itu, terjadi kesalahpahaman soal resep obat,” beber dia.
Baca juga: Pansus DPRA Sorot Persoalan Pelayanan RSUDZA, Singgung Soal Utang dan Ketersediaan Obat
“Ia mengira harus membeli obat di luar, padahal obatnya bisa diambil di dalam RSUDZA,” ujarnya.
Sementara terkait pasien kanker, ia memastikan RSUDZA tetap memberikan layanan kemoterapi meski proses administrasi jaminan kesehatan pasien belum selesai.(*)
RSUDZA
Pelayanan pasien
Jubir Pemerintah Aceh Nurlis Effendi
JKA
Banda Aceh
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Sudirman Said Tutup Traveling PMR di Markas PMI Banda Aceh, Begini Pesannya |
|
|---|
| TNI AU dan Petugas Avsec Gagalkan Penyelundupan Sabu via Bandara SIM, 1 Calon Penumpang Diamankan |
|
|---|
| PKS Aceh Gelar Pelatihan Budidaya Ayam Petelur untuk Kader dan Warga Blang Krueng |
|
|---|
| Gubernur Aceh Mualem: JKA Macam Biasa, Cuma Kita Evaluasi Sebentar |
|
|---|
| Dosen JSRD ISBI Aceh Presentasikan Seni dan Budaya Aceh ke Ruang Global di Phuket, Tailan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RSUDZA-memastikan-tetap-memberikan-pelayanan-kepada-pasien.jpg)