Berita Banda Aceh
Dosen JSRD ISBI Aceh Presentasikan Seni dan Budaya Aceh ke Ruang Global di Phuket, Tailan
Materi tersebut mendapat perhatian serius dari peserta seminar internasional karena dinilai membuka perspektif baru dalam membaca hubungan Islam,
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM — Jurusan Seni Rupa dan Desain (JSRD) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi menandatangani Implementation Agreement (IA) bersama Faculty of Education Prince of Songkla University (PSU) Tailan di Phuket.
Penandatanganan ini menjadi langkah lanjutan pascakerja sama Memorandum of Understanding (MoU) antara ISBI Aceh dan PSU Tailan, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Rektor ISBI Aceh, Prof Dr Wildan MPd, implementation agreement (IA) tersebut menjadi penanda bahwa kerja sama internasional yang dibangun ISBI Aceh tidak berhenti pada level seremonial, tetapi langsung diwujudkan melalui implementasi akademik nyata di tingkat global.
Penandatanganan IA itu kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan seminar internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan presenter dari berbagai negara Asia dan Eropa.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Ikut Starfest ISBI Aceh
Dalam forum tersebut, Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh, Ichsan MSn, tampil sebagai presenter (pemateri) dengan membawakan materi bertajuk Estetika Nisan Sultanah Nahrasyiah sebagai Objek Analisis dalam Membaca Perjalanan Islam di Asia Tenggara melalui Pendekatan Seni dan Budaya.
Materi tersebut mendapat perhatian serius dari peserta seminar internasional karena dinilai membuka perspektif baru dalam membaca hubungan Islam, budaya visual, dan sejarah maritim Asia Tenggara.
Di hadapan forum internasional, Ichsan menjelaskan bahwa nisan Sultanah Nahrasyiah bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga dokumen visual penting yang merekam hubungan budaya dan perjalanan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara.
“Melalui estetika nisan Sultanah Nahrasyiah, kita dapat membaca perjalanan Islam melalui jalur budaya dan seni. Ini bukan hanya tentang Aceh, tetapi juga tentang hubungan besar antarperadaban di Asia Tenggara,” ujarnya.
Baca juga: Meneguhkan Pusat Peradaban: Langkah Strategis ISBI Aceh Membuka Prodi Sejarah
Seminar berlangsung dinamis dan penuh diskusi akademik. Dean of Faculty of Education PSU Tailan, Prof Dr Afifi Lateh, turut hadir membersamai seminar tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kerja sama antara JSRD ISBI Aceh dan PSU Tailan.
Sejumlah akademisi internasional juga memberikan tanggapan terhadap materi yang dipresentasikan.
Dr Razi dari Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia menyebut kajian itu sangat menarik dan relevan dengan pengembangan studi budaya kawasan Asia Tenggara.
“Materi seperti ini juga sedang kami pelajari di Malaysia. Kami berharap ISBI Aceh dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas agar penelitian seperti ini dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Dr Teguh dari Universitas Negeri Malang menilai kajian tersebut memiliki potensi besar dalam membuka perspektif baru bagi dunia pendidikan dan penelitian budaya Islam.
| Mualem Bahas Persoalan Aceh dengan Ulama Dari Isu Ekonomi hingga JKA |
|
|---|
| Nama Kajari Banda Aceh Dicatut Untuk Modus Penipuan |
|
|---|
| KONI Aceh Berharap PORA Tetap 2026 |
|
|---|
| ISBI Aceh Gandeng PSU Tailan Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan di Phuket |
|
|---|
| Wamendiktisaintek Puji Riset dan Hilirisasi USK saat Kunjungi ARC dan TDMRC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kegiatan-ISBI-1005.jpg)