Senin, 11 Mei 2026

Banda Aceh

FEB USK Gelar International Guest Lecture Bahas Administrasi Harta Muslim di Malaysia

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan International Guest Lecture bertema...

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
FEB USK - Pelaksanaan International Guest Lecture bertema “Administration of Muslim Estates in Malaysia: Legal and Institutional Perspective” pada Senin (4/5/2026) di Balai Sidang FEB USK. 

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu memperkuat atmosfer akademik internasional di lingkungan FEB USK. Kehadiran narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” ujar Murkhana.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga dari forum ilmiah yang menghadirkan pakar dari berbagai negara.

“Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mahasiswa harus memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersumber dari ruang kelas, tetapi juga dari dialog akademik lintas negara, lintas sistem hukum, dan lintas pengalaman kelembagaan,” lanjutnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Md Yazid bin Ahmad menjelaskan berbagai aspek penting dalam administrasi harta muslim di Malaysia. Ia menguraikan bagaimana pengelolaan harta peninggalan membutuhkan proses yang tertib, mulai dari identifikasi aset, pencatatan harta, penyelesaian kewajiban, penentuan ahli waris, hingga distribusi harta sesuai dengan ketentuan syariah dan hukum yang berlaku.

Narasumber juga menekankan bahwa persoalan administrasi harta muslim sering kali menjadi kompleks apabila tidak didukung oleh literasi masyarakat dan sistem kelembagaan yang memadai. Oleh karena itu, negara, lembaga keagamaan, institusi hukum, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan agar proses pengelolaan harta berjalan secara adil dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Baca juga: Mahasiswa USK Sabet 8 Penghargaan Bergengsi di DEC Bali, Ini Kategorinya

Kegiatan ini semakin menarik karena mahasiswa memperoleh perspektif komparatif antara praktik administrasi harta muslim di Malaysia dan tantangan pengelolaan harta dalam konteks Indonesia. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa isu warisan, pengelolaan aset, dan tata kelola kelembagaan merupakan bagian penting dari kajian ekonomi Islam kontemporer.

Sebagai moderator, Dr. Ahmad Nizam, S.E., M.M. memandu jalannya diskusi secara interaktif. Ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat relevan karena mempertemukan dimensi hukum, kelembagaan, dan ekonomi Islam dalam satu pembahasan yang aplikatif.

“Topik ini sangat menarik karena mempertemukan dimensi hukum, kelembagaan, dan ekonomi Islam. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami konsep warisan dalam Islam, tetapi juga melihat bagaimana proses administrasi dan tata kelola kelembagaan menjadi faktor penting dalam memastikan keadilan bagi para pihak,” ujar Ahmad Nizam.

Ia menambahkan bahwa kuliah tamu ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena menghadirkan perspektif langsung dari akademisi Malaysia yang memiliki pengalaman dalam kajian hukum Islam dan pengelolaan harta muslim.

“Melalui forum ini, mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai praktik administrasi harta muslim di Malaysia. Diskusi seperti ini penting untuk membangun cara berpikir kritis, komparatif, dan aplikatif dalam memahami ekonomi Islam,” tutupnya.

Melalui kegiatan International Guest Lecture ini, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan keilmuan, memperkuat kemampuan analisis, serta memahami praktik ekonomi Islam dari perspektif lintas negara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi akademik di lingkungan FEB USK, khususnya dalam membangun jejaring keilmuan dengan perguruan tinggi luar negeri.

Ke depan, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan keilmuan ekonomi Islam, baik melalui kuliah tamu, seminar internasional, kolaborasi riset, maupun penguatan kerja sama akademik dengan institusi dalam dan luar negeri.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved