Banda Aceh
FEB USK Gelar International Guest Lecture Bahas Administrasi Harta Muslim di Malaysia
Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan International Guest Lecture bertema...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Program Studi Ekonomi Islam FEB Universitas Syiah Kuala menggelar kuliah tamu internasional bertema administrasi harta muslim di Malaysia dengan menghadirkan akademisi Dr. Md Yazid bin Ahmad.
- Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan mahasiswa terkait pengelolaan warisan, hukum, dan tata kelola ekonomi Islam berbasis kelembagaan dan syariah.
- Melalui forum tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya sistem administrasi harta yang tertib.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Administration of Muslim Estates in Malaysia: Legal and Institutional Perspective” pada Senin (4/5/2026) di Balai Sidang FEB USK.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dari Universiti Kebangsaan Malaysia, yaitu Dr. Md Yazid bin Ahmad, dosen Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Ahmad Nizam, S.E., M.M., dosen Departemen Manajemen FEB USK, sebagai moderator.
Kuliah tamu internasional ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dalam memperkuat wawasan akademik mahasiswa, khususnya mengenai pengelolaan harta, administrasi harta peninggalan muslim, serta aspek hukum dan kelembagaan dalam tata kelola ekonomi Islam.
Tema ini dinilai penting karena persoalan harta warisan muslim tidak hanya berkaitan dengan aspek fikih, tetapi juga menyangkut sistem administrasi, regulasi negara, otoritas kelembagaan, dan literasi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Muhammad Haris Riyaldi, M.Soc.Sc.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Ekonomi Islam untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih terbuka, komparatif, dan berwawasan internasional.
“Kuliah tamu internasional ini kami laksanakan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai praktik ekonomi Islam dalam konteks hukum dan kelembagaan di negara lain. Tema administrasi harta muslim di Malaysia sangat relevan karena berkaitan langsung dengan pengelolaan harta, warisan, tanggung jawab kelembagaan, dan keadilan distribusi dalam perspektif syariah,” ujar Haris.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa ekonomi Islam perlu memahami bahwa ekonomi Islam tidak hanya berhenti pada konsep normatif, tetapi juga harus mampu diterapkan dalam sistem hukum dan kelembagaan yang kuat.
“Kami berharap mahasiswa dapat melihat bahwa ekonomi Islam tidak berdiri sendiri sebagai konsep normatif, tetapi juga membutuhkan dukungan regulasi, institusi, dan tata kelola yang kuat. Melalui pemaparan narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia, mahasiswa memperoleh wawasan komparatif yang sangat berharga,” tambahnya.
Setelah sambutan dari Koordinator Program Studi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Md Yazid bin Ahmad selaku narasumber. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa administrasi harta muslim merupakan isu penting yang harus dipahami secara komprehensif karena berkaitan dengan hukum Islam, peraturan negara, dan peran berbagai institusi.
“Pengelolaan harta peninggalan muslim tidak hanya berbicara tentang pembagian warisan, tetapi juga menyangkut proses administrasi, pencatatan aset, penyelesaian kewajiban, perlindungan hak ahli waris, dan peran lembaga yang berwenang. Karena itu, sistem yang baik sangat diperlukan agar harta dapat dikelola secara adil, tertib, dan sesuai prinsip syariah,” jelas Dr. Md Yazid.
Ia juga menjelaskan bahwa pengalaman Malaysia dalam mengelola administrasi harta muslim dapat menjadi bahan diskusi akademik yang penting bagi mahasiswa ekonomi Islam. Menurutnya, pengelolaan harta umat Islam memerlukan keterpaduan antara pemahaman syariah, sistem hukum, kapasitas kelembagaan, dan kesadaran masyarakat.
“Malaysia memiliki pengalaman kelembagaan dalam mengatur administrasi harta muslim. Pengalaman ini tentu dapat menjadi bahan diskusi akademik yang menarik, terutama bagi mahasiswa ekonomi Islam yang kelak akan berperan dalam pengembangan tata kelola keuangan, harta, dan institusi berbasis syariah,” tambahnya.
Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FEB USK, Murkhana, S.E., MBA. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Program Studi Ekonomi Islam FEB USK yang telah menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Administration-of-Muslim-Estates-in-Malaysia-Legal-and-Institutional-Perspective-2026.jpg)