Berita Banda Aceh
RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan Administrasi Diurus
Setiap hari rata-rata RSUDZA melayani 1.500-2.000 pasien. Di antaranya terdapat 100-150 pasien Unit Gawat Darurat.
Ringkasan Berita:
- RSUDZA tetap membantu warga yang butuh layanan kesehatan setelah berlakunya Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA
- Berdasarkan data yang diperoleh Nurlis, RSUDZA menerima warga yang membutuhkan pertolongan setiap hari rata-rata antara 1.500-2.000 pasien
- Selama masa transisi Pergub, RSUDZA banyak membantu mengurusi administrasi pasien JKN, yaitu dari Desil 1 sampai Desil 5 yang tidak aktif
Setiap hari rata-rata RSUDZA melayani 1.500-2.000 pasien. Di antaranya terdapat 100-150 pasien Unit Gawat Darurat. Semuanya dilayani dengan baik, tanpa terkendala Desil. Nurlis Effendi, Juru Bicara Pemerintah Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) tetap membantu warga yang butuh layanan kesehatan setelah berlakunya Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). “Administrasi diurus, pelayanan diberikan walau belum selesai pengurusan jaminan kesehatannya, apakah JKA, BPJS mandiri,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).
Nurlis menyampaikan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memang mengintruksikan seluruh rumah sakit pemerintah tetap melayani warga yang butuh pertolongan kesehatannya. “Sejauh ini RSUDZA telah melaksanakannya dengan baik,” katanya.
Mengenai aktivitas RSUDZA tersebut, kata Nurlis, disampaikan setelah melihat sendiri pelayanan di RSUDZA. Selain itu juga hasil dari berdiskusi dengan pihak manajemen RSUDZA, yaitu Direktur Muhazar, Wakil Direktur Administrasi dan Umum Teuku Hendra Faisal, Wakil Direktur Pelayanan Novita, dan Plt Wakil Direktur Penunjang M Fuad.
Berdasarkan data yang diperoleh Nurlis, RSUDZA menerima warga yang membutuhkan pertolongan setiap hari rata-rata antara 1.500-2.000 pasien. “Di antaranya terdapat 100-150 pasien Unit Gawat Darurat. Semuanya dilayani dengan baik, tanpa terkendala Desil,” kata Nurlis. Angka itu di luar pasien yang rawat-inap.
Sejauh ini, kata Nurlis, selama masa transisi Pergub, RSUDZA banyak membantu mengurusi administrasi pasien Jaminan Kesahatan Nasional (JKN), yaitu dari Desil 1 sampai Desil 5 yang tidak aktif. “RSUDZA mengurus administrasinya. Begitu dilaporkan ke Dinas Kesehatan Aceh, langsung berubah Jaminan Kesehatan pasien masuk ke JKA,” kata Nurlis.
Sampai Minggu (10 Mei 2026), kata Nurlis, data migrasi dari Desil JKN ke JKA tercatat 33 pasien. Selain itu, Nurlis menambahkan, terdapat juga kesalahan data, yaitu pasien dari golongan miskin yang datanya masuk ke golongan sejahtera. “RSUDZA mengurus administrasi mereka, terutama pasien pasien dengan penyakit Katastropik untuk di aktifkan kembali JKA-nya.”
Selama menunggu proses administrasi perubahan Desil untuk kejelasan jaminan kesehatan pasien, kata Nurlis, RSUDZA tetap melayani mereka dengan baik dan obat-obatan diberikan. “Bahkan termasuk obat kemoterapi yang harganya mahal mencapai dua juta rupiah, tetap diberikan walaupun jaminan kesehatan nya masih dalam proses pengurusan perubahan Desil,” katanya. Sampai dengan hari Jumat 8 Mei 2026 hal tersebut terjadi pada 22 pasien yang berkunjung ke RSUDZA.
Nurlis menambahkan bahwa tidak benar ada pasien yang diabaikan karena Pergub JKA. Misalnya mengenai isu yang beredar tentang seorang anak yang tidak dilayani, pasien kanker yang ditelantarkan, dan penarik becak yang tidak diberikan obat.
“Anak tersebut tetap dilayani dengan baik. Mengenai penarik becak itu, bapak itu keliru mengenai resep obat. Ia mengira harus beli di apotek di luar RSUDZA, padahal resep itu untuk mengambil obat di dalam RSUDZA,” kata Nurlis. “Mengenai pasien kanker, RSUDZA tetap memberikan kemoterapi yang harganya mahal mencapai Rp 2 juta, walaupun belum selesai pengurusan jaminan kesehatannya karena proses perubahan Desil ”.(ra)
Jubir Pemerintah Aceh Nurlis Effendi
Nurlis Effendi
RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari
Obat Diberikan Administrasi Diurus
Layanan JKA Tanpa Melihat Kategori Desil
Semua Warga Tetap Dapat Fasilitas JKA
Semua Warga Nagan Dapat Layanan JKA
Pergub JKA Berlaku
demo tolak Pergub JKA
Pergub Memastikan JKA Tepat Sasaran
Pasien JKA
Sekda Aceh Pastikan Evaluasi JKA secara Berkala
RSUDZA Tetap Dilayani Pasien JKA Nonaktif
pembatasan JKA
Pergub JKA
DPRA Usul Pergub JKA Dicabut
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Lagi, 6 Hotspot Terdeteksi di Aceh, Terbanyak di Aceh Selatan |
|
|---|
| RSUDZA Tetap Layani Semua Pasien, Obat Kemoterapi Rp2 Juta Tetap Diberikan |
|
|---|
| Sudirman Said Tutup Traveling PMR di Markas PMI Banda Aceh, Begini Pesannya |
|
|---|
| TNI AU dan Petugas Avsec Gagalkan Penyelundupan Sabu via Bandara SIM, 1 Calon Penumpang Diamankan |
|
|---|
| PKS Aceh Gelar Pelatihan Budidaya Ayam Petelur untuk Kader dan Warga Blang Krueng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Koordinator-Juru-Bicara-Tim-Kampanye-Daerah-Aceh-Prabowo-Gibran-Nurlis-Effendi.jpg)