Rabu, 13 Mei 2026

Berita Abdya

Buka GPBLHS Adiwiyata, Plt Sekda Abdya Harap Sekolah Jadi Contoh Gerakan Peduli Lingkungan 

Kegiatan itu diikuti oleh para kepala sekolah, madrasah, Dinas Pendidikan, Cabdisdik, dan pengawas sekolah

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Subur Dani
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI
PEDULI LINGKUNGAN - Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) membuka Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) - Adiwiyata tahun 2026, di aula Hotel Leuser, Blangpidie, Selasa (12/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Plt Sekda Aceh Barat Daya, Amrizal, membuka Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) Adiwiyata 2026.
  • Ia menegaskan bahwa isu lingkungan kini menjadi persoalan utama pembangunan, sehingga sekolah harus menjadi pusat pembentukan budaya peduli lingkungan.
  • Amrizal menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga wadah membentuk karakter dan kesadaran ekologis. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) resmi membuka Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) - Adiwiyata tahun 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh para kepala sekolah, madrasah, Dinas Pendidikan, Cabdisdik, dan pengawas sekolah itu, dilaksanakan di aula Hotel Leuser, Blangpidie, Selasa (12/5/2026).

Plt Sekda Abdya Amrizal dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkungan hidup hari ini bukan lagi sekedar isu pelengkap dalam pembangunan. 

Baca juga: VIDEO - Aliansi Rakyat Aceh Dirikan Posko Perjuangan di Kantor Gubernur, Pergub JKA Belum Dicabut

Menurutnya, lingkungan telah menjadi persoalan utama yang menentukan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan ekonomi, bahkan masa depan generasi yang akan datang. 

"Kita menyaksikan sendiri bagaimana perubahan iklim, kerusakan ekosistem, persoalan sampah, pencemaran air, hingga berkurangnya kawasan hijau menjadi tantangan nyata yang harus dijawab bersama," ucapnya.

Karena itu, kata Amrizal, pemerintah tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga harus membangun kesadaran, budaya, dan karakter masyarakat yang mencintai lingkungannya.

Dan tempat terbaik untuk memulai semuanya adalah sekolah.

Menurut Amrizal, sekolah bukan hanya ruang belajar membaca dan berhitung, tetapi adalah tempat membentuk cara berpikir, bersikap, dan memandang kehidupan. 

Baca juga: Bukan Saat Pemilu Saja, KIP Banda Aceh Rutin Perbarui Data Pemilih

"Ketika anak-anak sejak dini dibiasakan menjaga kebersihan, menghemat energi, mencintai tumbuhan, mengelola sampah, dan memahami pentingnya keseimbangan alam, maka sejatinya kita sedang menanam investasi peradaban untuk masa depan daerah ini," ungkap Amrizal.

Ia memandang Program Adiwiyata bukan sekedar seremonial atau perlombaan mendapatkan penghargaan. Lebih dari itu, Adiwiyata adalah gerakan moral dan gerakan pendidikan karakter yang harus hidup dalam keseharian sekolah.

Baca juga: CJH Asal Lhokseumawe Bertambah Jadi 140 Orang, Ini Jadwal Keberangkatan

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki dasar regulasi yang sangat kuat.

Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata sebagai pedoman dalam membangun sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

"Artinya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau dinas tertentu semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk dunia pendidikan," ucapnya.

Bahkan, tambahnya, dalam konteks pembangunan daerah, isu lingkungan telah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan yang harus  dilaksanakan secara konsisten.

Amrizal menegaskan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata tidak diukur dari seberapa megah fasilitas sekolah, tetapi dari seberapa kuat budaya peduli lingkungan itu tumbuh di tengah warga sekolah. 

Baca juga: Dekranasda Aceh Barat Dorong Pelajar Kembangkan Produk Kreatif Berbasis Potensi Lokal

"Kadang-kadang perubahan besar justru lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya percaya bahwa pendidikan lingkungan tidak boleh berhenti pada teori di ruang kelas," ucapnya.

Namun, sambungnya, anak-anak harus diajak mengalami langsung, mempraktikkan langsung, dan menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup mereka. 

"Karena tantangan masa depan membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial," tegasnya.

Dukung Penuh

Pemerintah Abdya, ucap Amrizal, tentu mendukung penuh upaya penguatan Program Adiwiyata ini. 

"Kita ingin sekolah-sekolah di daerah ini menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, bersih, dan berkelanjutan. Kita ingin lahir generasi Abdya yang bukan hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap alam dan lingkungan sekitarnya," ucapnya.

Amrizal mengajak seluruh kepala sekolah dan dewan guru agar menjadikan gerakan ini sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan hanya kegiatan sesaat ketika ada penilaian.

Karena pendidikan karakter yang paling berhasil adalah yang dicontohkan dan dibiasakan setiap hari.

Baca juga: VIDEO Detik-detik Rudal Israel Hantam Permukiman Warga di Lebanon Selatan

"Anak-anak akan belajar mencintai lingkungan ketika mereka melihat guru-gurunya memberi teladan. Anak-anak akan belajar disiplin menjaga kebersihan ketika seluruh lingkungan sekolah menunjukkan budaya yang sama. Dan dari sekolah-sekolah inilah nantinya akan lahir masyarakat yang lebih sadar lingkungan, tertib, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi yang kita tempati bersama," imbuhnya.

Amrizal berharap melalui kegiatan sosialisasi ini akan lahir komitmen yang lebih kuat dari seluruh sekolah di Abdya untuk membangun budaya peduli lingkungan secara nyata.

"Mulai dari pengelolaan sampah di sekolah, penghijauan lingkungan sekolah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemanfaatan lahan sekolah, hingga pembiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Amrizal. (*)

Baca juga: Viral LCC 4 Pilar Kalbar, MPR RI Kini Minta Maaf Akui Kelalaian, MC hingga Dewan Juri Dinonaktifkan

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved