Berita Banda Aceh
UNICEF dan Disdikbud Evaluasi Implementasi GSS di 38 SMP Banda Aceh
UNICEF bersama Disdikbud Banda Aceh & Yayasan Aceh Hijau melakukan monitoring serta evaluasi implementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di 38 SMP.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- UNICEF bersama Disdikbud Banda Aceh dan Yayasan Aceh Hijau melakukan monitoring serta evaluasi implementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di 38 SMP.
- Kegiatan ini meninjau fasilitas UKS, sarana WASH, serta kampanye PHBS dan manajemen kesehatan menstruasi melalui aplikasi OKY.
- Langkah ini diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah, sekolah, dan mitra untuk mewujudkan sekolah sehat yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – UNICEF bersama Yayasan Aceh Hijau, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh melakukan monitoring dan evaluasi praktik baik Program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta Implementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di SMP Negeri 12 Banda Aceh pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah dan penanggung jawab UKS dari 38 SMP di Kota Banda Aceh sebagai upaya memperkuat komitmen menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi siswa.
Dalam kegiatan itu, peserta meninjau langsung fasilitas pendukung UKS dan Gerakan Sekolah Sehat.
Sekaligus mendapatkan penguatan materi terkait sarana air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang aman, inklusif, dan berketahanan iklim.
UNICEF melalui Yayasan Aceh Hijau juga memfasilitasi kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengelolaan limbah, serta Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM) melalui promosi aplikasi OKY kepada 53 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri mengatakan, penguatan UKS menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah sehat, termasuk mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.
Baca juga: SMAN 1 Muara Batu Juara Gerakan Sekolah Sehat se-Aceh
Sementara itu, Kepala SMPN 12 Banda Aceh, Nova Erlinda mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut di sekolahnya.
Ia berharap praktik yang diterapkan SMPN 12 dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain, khususnya dalam penerapan PHBS dan penguatan lingkungan sekolah sehat.
Menurutnya, sekolah juga terus mendorong berbagai program kesehatan dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari persiapan menuju sekolah Adiwiyata.
Lebih lanjut, perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Yusnaini mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dalam mendukung revitalisasi UKS dan Gerakan Sekolah Sehat.
Sedangkan WASH Specialist Yayasan Aceh Hijau, Dian Aprianda mengatakan, kegiatan monitoring bersama ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas fasilitas dan sumber daya sekolah guna mendukung sekolah sehat yang berkelanjutan.
“Saat ini, Yayasan Aceh Hijau sedang melaksanakan Program Peningkatan Sarana WASH yang aman, berketahanan iklim, dan inklusif di Kota Banda Aceh,” katanya.
Baca juga: Pemkab Nagan Raya Gelar Penguatan Kapasitas UKS untuk Gerakan Sekolah Sehat
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan berbagai pihak semakin kuat dalam mendukung terwujudnya Gerakan Sekolah Sehat di Kota Banda Aceh.(*)
| Tari Ranup Lampuan Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia |
|
|---|
| Rayakan Milad Ke-24, PKS Tegaskan Kedekatan dengan Masyarakat Aceh |
|
|---|
| HUT ke-17 KNTI, Tgk Azwar Anas Serukan Solidaritas Perjuangkan Nasib Nelayan Tradisional |
|
|---|
| KKJ Aceh Kutuk Aksi Intimidasi Aparat Terhadap Jurnalis Peliput Demo Pergub JKA |
|
|---|
| Legislator Aceh Harus Kaya Literasi, Politisi Golkar Usul DPRA Buat Pustaka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/UNICEF-bersama-Yayasan-Aceh-Hijau-dan-Disdikbud-Kota-Banda-Aceh-2026.jpg)