Berita Banda Aceh
HUT ke-17 KNTI, Tgk Azwar Anas Serukan Solidaritas Perjuangkan Nasib Nelayan Tradisional
“Perjalanan perjuangan masih panjang. Nelayan kita hingga hari ini masih berada dalam kondisi termarginalkan. Karena itu, pengurus KNTI di seluruh...
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Dalam HUT ke-17 Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Koordinator Wilayah KNTI Sumatra sekaligus Ketua DPW KNTI Aceh menyerukan agar seluruh pengurus tetap solid memperjuangkan hak nelayan tradisional.
- Nelayan kecil menghadapi kesulitan akses BBM subsidi serta minimnya sarana prasarana perikanan.
- Keterbatasan fasilitas berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan warga pesisir.
- Nelayan disebut sebagai “pejuang protein” yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Koordinator Wilayah KNTI Sumatra yang juga Ketua DPW KNTI Aceh, Tgk Azwar Anas, menyerukan kepada seluruh pengurus DPW dan DPD KNTI agar tetap solid dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak nelayan tradisional.
Menurutnya, hal tersebut harus menjadi momentum refleksi bagi para pejuang masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.
Menurut Azwar Anas, hingga saat ini kehidupan nelayan tradisional di berbagai daerah masih menghadapi banyak persoalan mendasar.
Karena itu, ia menilai perjuangan organisasi belum selesai dan membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pengurus di daerah.
“Perjalanan perjuangan masih panjang. Nelayan kita hingga hari ini masih berada dalam kondisi termarginalkan. Karena itu, pengurus KNTI di seluruh daerah harus tetap solid dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan nelayan tradisional serta masyarakat pesisir,” kata Azwar, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, berbagai persoalan yang dihadapi nelayan saat ini masih berkutat pada kebutuhan dasar penunjang aktivitas melaut.
Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah sulitnya akses terhadap BBM subsidi bagi nelayan kecil.
Selain itu, kata dia, pembangunan sarana dan prasarana perikanan di wilayah pesisir juga dinilai masih minim.
Sejumlah kawasan pesisir bahkan belum tersentuh pembangunan yang memadai, mulai dari dermaga tambatan perahu, tempat pelelangan ikan, cold storage, hingga akses jalan menuju kawasan nelayan.
Dikatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Padahal, nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya sebagai penyedia sumber protein bagi masyarakat.
“Nelayan adalah pejuang protein bagi masyarakat. Mereka bekerja dalam kondisi penuh risiko untuk memastikan kebutuhan pangan laut tetap tersedia. Karena itu pemerintah harus benar-benar hadir dan memperhatikan keberlangsungan aktivitas nelayan, khususnya nelayan tradisional,” katanya.
Baca juga: Boat Nelayan Rusak Diduga Terjerat Tali Jangkar Kapal Batu Bara di Perairan Meulaboh
Ia juga berharap momentum HUT ke-17 KNTI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kesejahteraan masyarakat pesisir masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.
Azwar Anas menegaskan, KNTI akan terus menjadi wadah perjuangan bagi nelayan tradisional dalam memperjuangkan hak ekonomi, perlindungan sosial dan akses permodalan.
“Harus ada keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi ruang hidup bagi masyarakat pesisir,” pungkasnya.(*)
| Legislator Aceh Harus Kaya Literasi, Politisi Golkar Usul DPRA Buat Pustaka |
|
|---|
| USK–USM Wujudkan Pendidikan dan Penelitian Global Lewat Summer Course 2026 |
|
|---|
| Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes |
|
|---|
| Prof Mirza Tabrani Lantik 4 Wakil Rektor USK Banda Aceh, Ini Nama-namanya |
|
|---|
| Muhammad Nasril, ASN Kemenag Aceh, Putra Laweung Pidie Raih Gelar Doktor di UIN Syarif Hidayatullah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Koordinator-Wilayah-KNTI-Sumatra-yang-juga-Ketua-DPW-KNTI-Aceh-Tgk-Azwar-Anas.jpg)