Berita Aceh Utara
Dampak Pasang Purnama, Ratusan Rumah Warga Terendam Air Laut
Rumah yang terendam tersebut berada di Kecamatan Seunuddon, Samudera, dan Kecamatan Muara Batu.
Ringkasan Berita:
- Ratusan rumah warga di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Aceh Utara terendam air laut akibat pasang purnama yang terjadi sejak Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026)
- Selain merendam permukiman warga, air laut juga menggenangi lahan pertanian, merusak pekarangan rumah, serta mengikis pondasi bangunan akibat abrasi yang terus meluas
- Saat ini, BPBD sedang melakukan pendataan terhadap warga terdampak untuk selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan dan Bupati Aceh Utara
Sebanyak 136 kepala keluarga dari total 159 KK di Dusun Barat sudah mengungsi ke barak sejak dua pekan lalu. Sementara sebagian lainnya masih bertahan sambil menunggu pembangunan barak selesai. BAKTIAR, Panglima Laot Seunuddon
Bukan hanya saat pasang purnama, ketika gelombang tinggi pun air laut masuk ke rumah warga. Abrasi juga mengikis pondasi rumah dan merusak pekarangan. MUHAMMAD, Keuchik Bungkaih
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Ratusan rumah warga di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Aceh Utara terendam air laut akibat pasang purnama yang terjadi sejak Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026). Rumah yang terendam tersebut berada di Kecamatan Seunuddon, Samudera, dan Kecamatan Muara Batu.
Selain merendam permukiman warga, air laut juga menggenangi lahan pertanian, merusak pekarangan rumah, serta mengikis pondasi bangunan akibat abrasi yang terus meluas. Warga kini was-was karena pasang purnama diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini, Ahad (17/5/2026).
Panglima Laot Seunuddon, Baktiar kepada Serambi, Sabtu (15/5), menyebutkan Lorong Barat, Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, hingga Sabtu kemarin masih terendam air laut dengan ketinggian mencapai sekitar 50 centimeter. Kondisi tersebut memaksa sebagian besar warga mengungsi ke barak pengungsian yang dibangun pemerintah dan masyarakat.
“Sebanyak 136 kepala keluarga dari total 159 KK di Dusun Barat sudah mengungsi ke barak sejak dua pekan lalu. Sementara sebagian lainnya masih bertahan sambil menunggu pembangunan barak selesai,” ujar Baktiar. Ia menyebutkan, ancaman abrasi kini semakin mengkhawatirkan karena terus meluas ke wilayah lain di pesisir Seunuddon.
Gampong Ulee Rubek Barat yang bertetangga dengan Lhok Puuk, serta Matang Puntong juga mulai terdampak hempasan air laut. “Abrasi semakin ganas. Kalau tidak segera ditangani, kawasan lain juga akan terdampak lebih parah,” katanya.
Sekretaris Desa Sawang Kecamatan Samudera, Rusli Hasyim menyebut, puluhan rumah warga ikut terendam dengan ketinggian air laut sekitar 30 sentimeter. Dari total sekitar 430 kepala keluarga di kawasan tersebut, banyak warga kini mulai khawatir karena air laut masuk melalui muara baru yang terbentuk pascabanjir beberapa waktu lalu.
“Dulu air laut tidak masuk sampai ke permukiman. Tapi setelah muncul muara baru akibat banjir, sekarang air pasang mudah masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Ruslis.
Tak hanya permukiman, lahan pertanian warga juga ikut terdampak. Semangka yang siap panen, tanaman ubi, dan berbagai jenis sayuran dilaporkan terendam air asin sehingga terancam gagal panen. Selain rumah warga, sawah yang sedang diolah untuk penanaman juga ikut digenangi air laut.
Sementara Keuchik Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Muhammad mengatakan, rumah warga yang berada di pinggir pantai kembali terendam akibat pasang purnama dan gelombang tinggi. Peristiwa tersebut sudah berulang kali terjadi karena munculnya muara baru setelah banjir yang belum mendapat penanganan serius.
“Bukan hanya saat pasang purnama, ketika gelombang tinggi pun air laut masuk ke rumah warga. Abrasi juga mengikis pondasi rumah dan merusak pekarangan,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah jalan gampong juga ikut terendam sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dinilai membahayakan warga, terutama saat malam hari ketika air pasang meningkat.(jaf)
Data Korban Pasang Purnama
Kabid Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Saifullah kepada Serambi, Sabtu (16/5), menyebutkan, pihaknya sudah menerima informasi terkait pasang purnama yang menyebabkan rumah warga di sejumlah kawasan pesisir Aceh Utara terendam air laut.
Saat ini, BPBD sedang melakukan pendataan terhadap warga terdampak untuk selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan dan Bupati Aceh Utara.
Pasang Purnama Rusak Tambak dan Jalan
Gelombang Pasang Purnama
Ombak besar pasang purnama
Dampak Pasang Purnama
Banjir Pasang Purnama
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Bendung Irigasi Krueng Pase Kini Dapat Dimanfaatkan Setelah Lima Tahun Ditunggu Petani 8 Kecamatan |
|
|---|
| Stok Ternak di Aceh Utara untuk Meugang dan Idul Adha 1447 H Capai 4.108 |
|
|---|
| BPBD Aceh Utara Data Rumah Warga Terendam Air Laut Dampak Pasang Purnama |
|
|---|
| Ratusan Rumah Warga Terendam Air Laut Ekses Pasang Purnama di Tiga Kecamatan Aceh Utara |
|
|---|
| Dandim 0103/Aceh Utara Hadiri Launching 1.061 Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasang-purnama-16052026.jpg)