Berita Aceh Barat
Wali Nanggroe Kecewa Pembangunan RS Regional Meulaboh Aceh Barat Mangkrak
Kekecewaan itu disampaikan Wali Nanggroe saat meninjau langsung pembangunan rumah sakit regional itu di kawasan Gampong Lapang, Kecamatan
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Malik Mahmud Al Haythar kecewa pembangunan RS Regional Meulaboh belum rampung meski proyek dimulai sejak 2017 dan progresnya diperkirakan baru mencapai 50 persen.
- Saat meninjau lokasi di Kecamatan Johan Pahlawan, Malik Mahmud menilai konstruksi rumah sakit sangat baik dan penting sebagai pusat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Barat Selatan Aceh.
- Wali Nanggroe menyatakan akan memperjuangkan kelanjutan pembangunan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kondisi pembangunan Rumah Sakit atau RS Regional Meulaboh yang hingga kini belum juga rampung, meski proyek tersebut telah dimulai sejak tahun 2017.
Kekecewaan itu disampaikan Wali Nanggroe saat meninjau langsung pembangunan rumah sakit regional itu di kawasan Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (17/5/2026).
Menurut Malik Mahmud, bangunan rumah sakit tersebut memiliki konstruksi yang sangat baik dan dinilai tidak kalah dengan rumah sakit modern bergaya Eropa.
Ia mengaku bangga dengan desain dan kualitas bangunan yang dibangun untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Barat Selatan Aceh.
“Rumah sakit ini sangat bagus, konstruksinya tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di Eropa. Tetapi yang membuat saya kecewa kenapa pembangunannya sampai terhenti,” ujar Malik Mahmud.
Ia menilai keberadaan rumah sakit regional tersebut sangat penting bagi masyarakat Barsela Aceh karena dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan tanpa harus bergantung ke Banda Aceh.
Baca juga: Wali Nanggroe Akan Temui Presiden Prabowo, Dorong Penyelesaian RS Regional Meulaboh
Menurutnya, apabila rumah sakit itu dapat difungsikan secara maksimal, masyarakat di wilayah Barat Selatan Aceh akan lebih mudah mendapatkan pelayanan medis yang lengkap dan memadai.
Wali Nanggroe menyebut progres pembangunan rumah sakit saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 50 persen. Karena itu, ia berharap pembangunan tidak dibiarkan terbengkalai dan harus segera dilanjutkan.
Malik Mahmud menegaskan pihaknya akan berupaya memperjuangkan kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut, termasuk dengan membangun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat.
“Kita akan upayakan bersama agar pembangunan ini bisa dilanjutkan segera. Saya akan berbicara langsung dengan bapak presiden agar rumah sakit regional Meulaboh segera mendapat bantuan,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendorong penyelesaian rumah sakit tersebut agar investasi besar yang telah digelontorkan pemerintah selama ini tidak menjadi sia-sia.
Penyelesaian Rumah Sakit Regional Meulaboh dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat pelayanan kesehatan di kawasan Barat Selatan Aceh yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas rujukan medis. (sb)
Baca juga: Sudah Telan Rp300 M Lebih, Pemerintah Aceh Didesak Prioritaskan Penyelesaian RS Regional Meulaboh
| Cuaca di Meulaboh Hari Ini, Minggu, 17 Mei 2026 Didominasi Berawan, Warga Tetap Diminta Waspada |
|
|---|
| Wali Nanggroe Akan Temui Presiden Prabowo, Dorong Penyelesaian RS Regional Meulaboh |
|
|---|
| Panen Jagung Bersama, Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Aceh Barat Perkuat Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Aceh Barat Targetkan 87 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Agustus 2026 |
|
|---|
| Kenalkan Konten Kreatif Bertema Batik, Mahasiswa Komunikasi UTU Gelar Pengabdian di MTs HBS Meulaboh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wali-di-meulaboh-17.jpg)