Selasa, 19 Mei 2026

Aceh Utara

Monumen Islam Samudera Pasai Dapat Dukungan APBN Rp 100 M, Bupati Aceh Utara: Jadi Situs Nasional

Salah satu langkah besar yang kini mulai terealisasi adalah pengembangan Monumen Islam Samudera Pasai yang mendapat dukungan anggaran...

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
AYAHWA - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Utara mendorong pengembangan Monumen Islam Samudera Pasai dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp100 miliar dari pemerintah pusat.
  • Bupati Ismail A Jalil menyebut Rp54 miliar mulai dialokasikan pada 2026 untuk tahap awal pembangunan dan penataan kawasan monumen.
  • Menurutnya, Samudera Pasai diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah, wisata religi, dan destinasi budaya nasional yang mampu mengangkat kembali kejayaan peradaban Islam di Nusantara.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara terus mendorong penguatan identitas sejarah dan peradaban Islam di bumi Pase.

Salah satu langkah besar yang kini mulai terealisasi adalah pengembangan Monumen Islam Samudera Pasai yang mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp100 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa dalam sambutannya saat pelantikan Sekretaris Daerah Aceh Utara Dayan Albar dan 143 pejabat administrator serta pengawas di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Senin (18/5/2026).

Menurut Ayah Wa, pemerintah pusat telah menetapkan peningkatan status Monumen Islam Samudera Pasai menjadi situs nasional dan memberikan dukungan APBN sebesar Rp100 miliar untuk pengembangan kawasan tersebut.

“Monumen Islam Samudera Pasai kini mendapat perhatian serius pemerintah pusat dengan dukungan APBN,” kata Ayah Wa.

Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp54 miliar mulai dialokasikan pada tahun 2026 untuk tahap awal pembangunan dan penataan kawasan.

Ayah Wa menegaskan Monumen Islam Samudera Pasai bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan sejarah Islam dan peradaban di Nusantara.

Baca juga: Bupati Aceh Utara Lantik 143 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Daftar Nama & Jabatannya 

Menurutnya, Samudera Pasai memiliki posisi penting dalam sejarah dunia Islam karena dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara sekaligus pusat perdagangan dan penyebaran ilmu pengetahuan pada masa lampau.

“Kita ingin dunia kembali mengenal Samudera Pasai sebagai pusat peradaban Islam yang pernah berjaya. Ini bukan hanya milik Aceh Utara, tetapi warisan sejarah bangsa dan dunia Islam,” ujarnya.

Ia menyebut pengembangan kawasan monumen nantinya diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah, wisata religi dan destinasi budaya nasional yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bupati Aceh Utara juga memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pengembangan kawasan, termasuk dalam proses pembebasan lahan dan koordinasi lintas sektor.

Ayah Wa meminta seluruh OPD terkait ikut mengawal program strategis tersebut agar pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan.

“Kita harus serius mengawal program ini. Ini peluang besar bagi Aceh Utara untuk bangkit dari sisi sejarah, budaya dan ekonomi masyarakat,” katanya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved