Berita Aceh Tamiang
Tangkis Gempuran Medsos, Anggota Dewan Ajak Guru Mengaji sebagai Garda Terdepan
“Santri kini lebih mudah mengakses potongan ceramah atau tutorial mengaji instan di media sosial, masalahnya konten-konten ini sering kali tidak...
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Gempuran media sosial sangat rentan menjerumuskan generasi muda terhadap hal negatif.
Potensi ini sangat besar terjadi mengingat penggunaan media sosial terhadap kelompok usia anak terkesan sudah kebablasan tanpa pengawasan ketat.
Konten negatif ini pun bervariasi, mulai dari judi online, pornografi hingga kajian sesat.
“Ancaman ini sangat nyata, setiap hari anak-anak kita selalu berkutat dengan internet,” kata anggota DPRA, Muhammad Zakiruddin, Senin (18/5/2026).
Minimnya minat baca generasi muda dinilai politisi Partai Aceh ini memperparah ketakutan ini.
Ada kecenderungan pengguna medsos usia muda hanya membaca judul dan sudah berani mengambil kesimpulan.
“Santri kini lebih mudah mengakses potongan ceramah atau tutorial mengaji instan di media sosial, masalahnya konten-konten ini sering kali tidak memiliki dasar keilmuan yang jelas,” ujar Zek, sapaannya.
Zek berharap guru mengaji bersedia meningkatkan perannya untuk menangkis ketakutan ini. Dia berharap guru mengaji tidak sekadar mengajar cara membaca Al-Qur’an, tapi juga menanamkan nilai iman dan moral kepada santri.
“Guru ngaji harus menjadi teladan dalam pembentukan karakter secara langsung, dan alasan inilah yang memotivasi saya untuk duduk bersama mencari solusinya,” ungkapnya.
Zek menyampaikan kalau dia telah menyediakan dua sesi untuk meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan agama di Aceh Tamiang.
Sesi pertama dilangsungkan 11-14 Mei, sedangkan sesi kedua 17-20 Mei.
Peserta yang dilibatkan sebanyak 120 orang berasal dari guru di dayah dan balai pengajian dari seluruh kecamatan di Aceh Tamiang.
“Dari diskusi ini akan didapat solusi dalam menangkis ketakutan ini, tapi yang jelas peran guru negaji dan kemudian orang tua sangat penting,” ungkapnya. (*)
| Imam Kampung Lubuksidup Aceh Tamiang Ikhlas Pinjamkan Kebunnya untuk Pembangunan Huntara |
|
|---|
| Rumah Hancur Disapu Banjir, Penderita Disabilitas di Aceh Tamiang Hidup Berpindah Tempat |
|
|---|
| Bangkit Pascabanjir, Penjahit Pakaian di Aceh Tamiang “Akali” Mesin Rusak |
|
|---|
| Kupak-kapik Pascabanjir, Perumda Tirta Tamiang Menunggak Listrik Rp1,8 M, Gaji Karyawan Tersendat |
|
|---|
| Stok Tawas PDAM Tirta Tamiang Tersisa untuk 15 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/platform-media-sosial-medsos.jpg)