Berita Bireuen
Bawaslu Bireuen Edukasi Siswa MAN 7 tentang Demokrasi Berintegritas
pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menjaga nilai kejujuran serta menolak praktik politik tidak sehat.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Bawaslu Bireuen memberikan edukasi pengawasan pemilu dan nilai integritas kepada 60 siswa MAN 7 Bireuen untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini.Kegiatan ini bertujuan menciptakan generasi muda yang kritis, jujur, serta menolak praktik politik uang menjelang Pemilu 2029.Para siswa antusias mengikuti materi dan diskusi sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bireuen memberikan edukasi pengawasan pemilu dan penguatan nilai integritas kepada 60 siswa MAN 7 Bireuen di Bugak, Kecamatan Jangka, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, dan diikuti para siswa madrasah yang tampak antusias mengikuti rangkaian materi serta diskusi.
Dalam sambutannya, Zulkifli mengapresiasi langkah Bawaslu yang aktif hadir di lingkungan pendidikan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengawasan partisipatif.
Baca juga: Semua Harta Hangus, Tabungan Persiapan Pulang Kampung Jenguk Orangtua Ikut Terbakar
“Generasi muda harus menjadi contoh dalam menjaga nilai kejujuran dan integritas. Pendidikan demokrasi sejak dini sangat penting agar para siswa memahami tanggung jawabnya sebagai warga negara,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi yang sehat di kalangan generasi muda sejak usia sekolah, khususnya dalam mendorong pengawasan partisipatif pada Pemilu 2029 mendatang.
Pelajar sebagai agen perubahan
Ketua Bawaslu Kabupaten Bireuen, Rahmad S Sos MAP, menyampaikan materi tentang pentingnya menciptakan generasi muda berintegritas dan demokrasi sehat.
Ia menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menjaga nilai kejujuran serta menolak praktik politik tidak sehat.
Baca juga: UPDATE Harga Emas Per Mayam di Aceh 19 Mei 2026: Banda Aceh & Lhokseumawe Naik Rp50 Ribuan
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang berani menjaga demokrasi, kritis terhadap pelanggaran, serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rahmad.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 7 Bireuen, T. Akmal, turut mengajak generasi muda untuk menolak praktik politik uang pada pemilu mendatang.
Menurutnya, suap dalam pemilu merupakan bagian dari politik kotor yang dapat merusak demokrasi dan masa depan bangsa. (*)
Baca juga: Kembangkan Budidaya Kepiting Soka, Kelompok Wanita di Aceh Tamiang Raih Omzet Rp 2 Juta per Hari
| BRA Bersama Disdukcapil Bireuen Rekam dan Cetak KTP di Peusangan |
|
|---|
| Sekdakab Bireuen Tekankan Kedisiplinan ASN dalam Apel Gabungan |
|
|---|
| Semua Harta Hangus, Tabungan Persiapan Pulang Kampung Jenguk Orangtua Ikut Terbakar |
|
|---|
| Tambak Udang Masih Berlumpur, Warga Jangka-Bireuen Hilang Mata Pencaharian |
|
|---|
| Dinas Penanaman Modal Bireuen Sosialisasi Izin Usaha Berbasis Risiko |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bawaslu-Bireuen-Edukasi-Siswa-MAN-7-tentang-Demokrasi-Berintegritas.jpg)