Pidie Jaya
HCDP Jadi Momentum Strategis Pengembangan ASN Pidie Jaya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN)...
Ringkasan Berita:
- Pemkab Pidie Jaya gelar Workshop Penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP) sebagai langkah percepatan penerapan ASN Corporate University guna meningkatkan kualitas dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
- Bupati Sibral Malasyi menegaskan pengembangan kompetensi ASN merupakan investasi strategis daerah untuk mewujudkan pelayanan publik yang inovatif, profesional, dan berdaya saing.
- Sementara itu, Said Fadhil menilai pemerintah perlu menjadi organisasi yang adaptif dan terus belajar.
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP) dalam rangka akselerasi percepatan dan penerapan ASN Corporate University.
Kegiatan ini dinilai sebagai momentum penting untuk merancang pengembangan kompetensi ASN yang lebih terarah, sistematis, dan berdampak nyata.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos, M.E dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi ASN bukan sekadar program pelatihan rutin, melainkan bagian dari investasi strategis daerah.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan upaya mewujudkan visi Kabupaten Pidie Jaya sebagai daerah yang bersyariat, berkeadilan, maju, dan berkelanjutan.
“Melalui workshop ini, terbuka peluang besar bagi kita untuk menyusun rencana pengembangan ASN yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing,” ujar Bupati Pidie Jaya, Selasa (19/05/2026).
Ia menegaskan, ASN Kabupaten Pidie Jaya diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas pokok pemerintahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan, berinovasi dalam pelayanan publik, serta mampu bersaing dengan daerah lain yang telah lebih maju.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan, Kepala Pusjar SKMK LAN RI Said Fadhil menyoroti tantangan yang semakin kompleks di era modern. Ia menyebutkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik telah berubah secara signifikan.
“Saat ini masyarakat tidak lagi membandingkan pelayanan pemerintah dengan masa lalu, tetapi dengan sektor swasta yang cepat, responsif, dan berkualitas tinggi,” jelasnya.
Baca juga: 4 Kali Banjir Berulang Terjang 18 Gampong di Pidie Jaya, Pemerintah Pusat Percepat Rehab Rekon
Menurut Said Fadhil, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih agile, adaptif, dan terus belajar. Ia menambahkan bahwa paradigma pembelajaran ASN juga perlu bergeser, tidak hanya mengandalkan pelatihan formal di kelas.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen proses pembelajaran justru terjadi di lingkungan kerja melalui pengalaman langsung (experiential learning). Oleh karena itu, setiap tugas dan tantangan yang dihadapi ASN harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.
Pendekatan ini, lanjutnya, diharapkan dapat mendorong terbentuknya learning organization di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya—sebuah organisasi yang secara konsisten belajar, beradaptasi, dan berkembang mengikuti dinamika zaman.
Workshop HCDP ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi pengembangan SDM aparatur yang lebih komprehensif. Pemerintah daerah berharap, melalui perencanaan yang matang, ASN Pidie Jaya dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan demikian, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah.(rel/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pijay-Gelar-Workshop-Penyusunan-Human-Capital-Development-Plan-2026.jpg)